Kepgub Protokol Kesehatan Covid-19 di Ponpes Dikritik, Begini Respons Ridwan Kamil

Tim iNews.id ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 13:29 WIB
Kepgub Protokol Kesehatan Covid-19 di Ponpes Dikritik, Begini Respons Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto Antara).

BANDUNG, iNews.id - Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat terkait penerapan protokol Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) menuai kritikan dan protes dari DPRD Jabar. Kepgub tersebut dianggap bernada ancaman.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai kepgub itu sesuai arahan para kiai sehingga menampung aspirasi dari berbagai pihak untuk memulai pembukaan pesantren selama adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

"Karena kekhususannya, maka pesantren di zona biru dan hijau sesuai arahan para kiai, akan dibuka lebih dahulu ketimbang sekolah umum," ucap Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya yang dikutip iNews.id, Selasa (16/6/2020).

Dia juga menjelaskan Gugus Tugas Penangangan COVID-19 Jabar menugaskan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk membahas poin protokol kesehatan bersama Forum Pesantren yang diwakili 79 kiai. Kemudian poin protokol kesehatan disepekati bersama dengan para kiai.

"Pak Wagub kemudian beberapa kali vicon bersama 79 kiai perwakilan pesantren tersebut membahas poin-poin peraturan. Sehingga akhirnya terjadi kesepakatan protokol kesehatan dan keselamatan pembukaan pesantren saat AKB," katanya.

Meskipun, kata dia, kepgub itu disepakati bersama para kiai tetap dikritik berbagai pihak. Kepgub itu pun sudah direvisi untuk mengakomodir semua aspirasi.

"Pemprov memahami aspirasi tambahan tersebut, dan Keputusan Gubernur hari ini sudah direvisi untuk mengakomodir semua suara yang berkepentingan," ujar dia.

Pria disapa Kang Emil itu menambahkan kepgub itu diterbitkan bertujuan untuk menyelamatkan para santri dan kiai dari wabah pandemi virus corona. Selain itu, orang tua para santri juga tenang jika protokol kesehatan diterapkan secara ketat di pesantren.

"Semua niatan protokol ini semata-semata agar keselamatan jiwa santri dan kiai bisa dijaga dengan maksimal selama pandemi Covid-19 ini. Dan agar orangtua para santri juga tenang dalam mengirim anak-anaknya kembali belajar di pesantren di Jawa Barat," katanya.


Editor : Faieq Hidayat