Kasus Mayat di Rumah, Kerabat Nenek Mengaku Tahu Tapi Tak Berdaya

Yuwono ยท Rabu, 31 Januari 2018 - 10:58 WIB
Kasus Mayat di Rumah, Kerabat Nenek Mengaku Tahu Tapi Tak Berdaya
Adik ipar nenek yang menyimpan jasad dalam rumah saat sedang dimintai keterangan petugas Polres Cimahi. (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.id – Fakta baru kasus Neneng Hatijah, nenek yang menyimpan jenazah suami dan anaknya selama dua tahun dalam rumah hingga menjadi kerangka kembali terkuak. Selama ini, sejumlah kerabat keluarga mengaku telah mengetahui perbuatan di luar nalar Nenek Hatijah. Namun mereka tak berdaya karena Nenek Hatijah berkeras untuk tidak mau mengubur kedua jenazah tersebut.

“Saya sudah berulang-ulang sampaikan agar mengabarkan ke pengurus RT/RW soal dua jenazah itu, namun Nenek Hatijah menolak,” kata Lili Sadeli, adik ipar Nenek Hatijah.

Dia mengakui sudah lama mengetahui suami nenek, Nanung Sobana (84) dan anaknya Herawati (50) telah lama meninggal. Di awal-awal dia juga kerap mencium aroma busuk saat dimintai tolong untuk membetulkan atap rumah yang bocor dan masuk ke dalam rumah.

“Posisinya almarhum Herawati di atas kursi, kalau suaminya yang di atas lantai. Tubuh mereka hanya ditutupi sarung. Dulu memang berbau, tapi belakangan sudah tidak,” ujarnya.


Lili mengatakan, selama ini dia menyimpan rahasia itu dan tidak berani membicarakannya kepada orang lain, apalagi melaporkannya. Karena nenek selalu beralasan dia menjalankan amanat yang diterimanya untuk tidak mengubur kedua jenazah tersebut. “Dia bilang menjaga amanat, saya nurut,” tuturnya.

Polsek Cimahi Selatan juga masih mendalami kasus penemuan dua kerangka manusia itu. Diberitakan sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan di rumah Neneng Hatidjah di Gang Nusa Indah 6, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang dia tinggali bersama putranya Denny Rohmat dan putrinya Erna Rendrasari (48). Neneng menyimpan kerangka suaminya Nanung Sobana (84) yang diduga meninggal pada Desember 2016 dan putrinya Hera Sriherawati (50) diduga meninggal pada Januari 2016.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman menambahkan, Neneng mengaku mendapatkan hidayah saat salat tahajud selama 40 malam. Neneng mendapat petunjuk untuk tidak menguburkan suami dan anaknya karena keduanya akan kembali hidup menjalani kehidupan yang kedua. Itu pula yang menjadi alasan Neneng tidak mengabarkan kematian suami dan putrinya kepada tetangga dan kerabat.


Editor : Donald Karouw