Pilwalkot Bandung

Kampanye Hari ke-14, Oded Janjikan Anggaran PIPPK Rp200 Juta

Yogi Pasha ยท Kamis, 01 Maret 2018 - 15:44 WIB
Kampanye Hari ke-14, Oded Janjikan Anggaran PIPPK Rp200 Juta
Cawalkot nomor urut tiga itu telah menyambangi sejumalh titik Kota Bandung guna mendapat dukungan dalam Pilwalkot. (Foto:iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bandung telah menggelar 14 hari masa kampanye untuk tiga pasang calon (paslon) peserta Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung. Para paslon telah memafaatkan kesempatan tersebut untuk mencari simpati publik termasuk Calon Wali Kota (Cawalkot) Bandung Oded M Danial.

Cawalkot nomor urut tiga itu telah menyambangi sejumlah titik Kota Bandung guna mendapat dukungan dalam Pilwalkot. Oded mengklaim, sambutan hangat dan bersahabat diberikam warga Kota Bandung setiap kali dikunjungi.

"Selama kampanye, berbagai respons saya terima. Saya tidak sangka sambutannya sangat hangat dan bersahabat," kata Oded saat melanjutkan blusukan di RW 13, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Dia mengatakan, sambutan warga sangat beragam kepada dirinya atau pun kepada pendampingnya Yana Mulyana. Sejumlah kegiatan pun dilakukan selama masa kampanye seperti, menggelar pertunjukan barongsai, ngaliwet bersama warga (makan bersama), hingga lomba membuat karedok.

"Sambutan sangat hangat dan bersahabat ini mudah-mudahan menjadi indikator jika masyarakat menerima Mang Oded. Insya Allah masyarakat mendukung," kata Oded.

Menurutnya, selama 14 hari masa kampanye banyak warga yang menginginkan jika program inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) tetap dipertahankan. Bahkan, dirinya berjanji akan menambah anggaran PIPPK dari Rp100 juta perwilayah menjadi Rp200 juta.

"Mereka menginginkan anggaran PIPPK dilanjutkan dan ditambah. Jika terpilih, Saya akan jadikan PIPPK Plus dengan anggaran jadi Rp200 juta," ungkapnya.

Selain PIPPK, warga juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dapat mengatasi persoalan banjir, kemacetan, pedagang kaki lima (PKL) dan program pembangunan lain yang belum selesai di masa pemerintahan Ridwan Kamil-Oded M Danial.


Editor : Achmad Syukron Fadillah