Kabupaten Bandung Segera Bangun JPO Kekinian di Dome Bale Rame Sabilulungan Soreang

Muhammad Fida Ul Haq ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 12:51 WIB
Kabupaten Bandung Segera Bangun JPO Kekinian di Dome Bale Rame Sabilulungan Soreang
Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Agus Nuria Agusanas (Foto: dok. Pemkab Bandung)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang diberi nama Skywalk, merupakan pembangunan infrastruktur Pemerintah 2019. Selain itu, akan dibangun pula tower dengan ketinggian 99 meter.

"Skywalk dan Tower Sabilulungan, ditambah ke depan pemugaran Masjid Al-Fathu, diproyeksikan menjadi ikon yang akan menyambut pengunjung saat keluar Tol Soroja," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Agus Nuria Agusanas, Rabu (29/1/2020) seperti dikutip dari situs Pemprov Jabar.

Pengerjaan proyek infrastruktur tersebut akan dikerjakan dalam dua tahap. Saat ini Pemkab Bandung masih menunggu proses lelang untuk pembangunan tower.

"Skywalk dan Tower Sabilulungan dikerjakan dalam dua tahap. Skywalk dengan pagu anggaran Rp. 20 miliar, dan setelah proses lelang menjadi sekitar Rp. 18 miliar, menggunakan APBD Tahun 2019. Sementara tower dianggarkan sebesar Rp. 31 miliar, dari APBD 2020, kita tunggu hasil lelangnya," kata Agus.

Skywalk penghubung Masjid Al-Fathu dengan kawasan Dome Balerame, tidak dibangun seperti JPO biasa, karena akan dijadikan ikon Kabupaten Bandung menyusul beroperasinya Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pasal 56 diatur bahwa pengerjaan melebihi batas waktu kontrak dan tahun anggaran berjalan, akan dikenakan tambahan waktu pengerjaan maksimal selama 50 hari. Tambahan waktu tersebut dengan konsekuensi denda 1/1000 (1 per mil) per hari dari total nilai kontrak.

"Tahun 2019 seharusnya pengerjaan skywalk sudah selesai. Keterlambatan diakibatkan kelalaian dan sudah menjadi risiko kontraktor, yaitu PT. Anugerah Bangun Kencana. Opsi kedua diambil, mereka berkomitmen akan merampungkan pekerjaan dalam waktu 50 hari di 2020 ini. Dengan konsekuensi logis yaitu denda Rp. 18 juta per hari," ucap Agus Nuria.

Jika kontraktor mengerjakan pekerjaan lebih cepat, di masa waktu tambahan tersebut, maka dendanya pun akan disesuaikan dengan jumlah hari pelaksanaan hingga pekerjaan selesai 100%.

Berdasarkan dalam perpres itu pula, kegiatan yang dimaksud harus pada posisi pengerjaan 90%. Sedangkan saat itu sudah mencapai 95% dan kontraktor pun diberi kesempatan untuk menyelesaikan.

"Pekerjaan minggu kemarin sudah mencapai sekitar 99%. Hanya tinggal finishingnya saja, mudah-mudahan ini bisa segera rampung. Di sini sebenarnya Pemkab diuntungkan, pertama pekerjaan akan selesai. Kedua, denda itu akan masuk kas daerah, dan akan diperhitungkan di anggaran perubahan tahun 2020," kata Agus.

Untuk lelang pembangunan tower, ujar Agus, akan dilakukan bulan Februari dan pengerjaan ditargetkan rampung Oktober mendatang.

"Tower sabilulungan, rencananya dibangun setinggi 99 meter dengan filosofi Asma'ul Husna. Dari 4 lantai, lantai 1 akan dipergunakan untuk perkantoran, lantai 2 untuk foodcourt dan lantai 3 untuk pelayanan publik," ucap Agus.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq