Jerit Takbir Terdengar saat Kecelakaan Bus di Ciater, Penumpang: Abang Tolong Rem Bang

Yudy Heryawan Juanda ยท Minggu, 19 Januari 2020 - 07:21 WIB
Jerit Takbir Terdengar saat Kecelakaan Bus di Ciater, Penumpang: Abang Tolong Rem Bang
Suasana evakuasi para korban bus wisata yang terguling di turunan Nagrog, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020). (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id – Pengalaman lolos dan maut saat kecelakaan Bus Purnama Sari di Turunan Nagrog, Ciater-Subang, masih membekas di benak Nuraeni, satu di antara 48 korban selamat. Dia masih terguncang dan serasa tak terpercaya dengan semua yang telah terjadi.

Nuraeni menceritakan detik-detik suasana mencekam dirasakan penumpang sebelum bus terguling. Saat itu, bus sudah bergerak oleng dan sopir tak mampu menguasai kemudi.

BACA JUGA: Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Ciater Subang, Diduga karena Rem Blong

“Jadi selesai ibu bidan sambutan, bus bergerak-gerak ke kanan kiri oleng gitu. Saya Allahu Akbar, Allahu Akbar, makin kenceng makin kenceng, terus buang ke kanan (terguling),” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi tak lama setelah bus berjalan meninggalkan gerbang lokasi wisata Tangkuban Parahu. Ketika berada di jalan menurun.

“Baru 10 menit busnya jalan. Belum lama, pas di jalan turunan,” katanya.

Nuraeni menduga kecelakaan terjadi karena bus mengalami rem blong. Namun saat perjalanan awal tak ada tanda-tanda adanya gangguan di dalam bus. Sopir juga tidak berjalan ugal-ugalan.

“Kayaknya rem blong. Jadi pas di jalan belok-belok gitu busnya oleng. Saya teriak-teriak abang rem bang tolong rem bang, Allahu Akbar. Setelah itu saya tidak ingat lagi, nanti sadar sudah di puskesmas. Tas, HP gak tahu semua ada di mana,” ujarnya.

BACA JUGA: Bus Pariwisata yang Terguling di Ciater Bawa Rombongan Pengajian dari Depok

Sementara itu, Direktur RSUD Subang dr Agus Sofyan mengatakan, rumah sakitnya menerima sebanyak 56 pasien korban kecelakaan bus di Ciater.

“Yang datang ada 56 pasien. Sebanyak 22 luka ringan, 24 masih tahap obeservasi dan delapan meninggal dunia,” katanya.

Mereka merupakan korban kecelakaan bus di turunan Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020). Saat ini seluruh identitas korban sudah terdata dan keluarga terus berdatangan ke RSUD Subang.


Editor : Donald Karouw