Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Ciater Subang, Diduga karena Rem Blong

Yudy Heryawan Juanda ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 21:05 WIB
Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Ciater Subang, Diduga karena Rem Blong
Wakapolres Subang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu menjelaskan dugaan sementara penyebab kecelakaan maut bus pariwisata di Ciater, Kabupaten Subang, Jabar, Sabtu (18/1/2020). (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id – Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut bus Purnama Sari yang terguling di turunan Nagrog, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (18/1/2020). Dugaan sementara, bus yang membawa 57 penumpang dari pengajian di Depok itu mengalami rem blong.

Kronologi kecelakaan lalu lintas tersebut bermula saat bus Purnama Sari dalam perjalanan dari Gunung Tangkuban Parahu yang berada di daerah Lembang. Rombongan akan kembali ke Depok.

“Rombongan bus Purnama Sari ini berangkat tadi pagi mau ke Tangkuban Parahu. Kemudian jam 17.10 WIB tadi, sedang dalam perjalanan kembali ke Depok, kemudian terguling di tanjakan Nagrog,” kata Wakapolres Subang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu.

 

BACA JUGA:

Bus Rombongan Wisata Terguling di Turunan Nagrog Ciater, 6 Tewas dan Puluhan Luka

Bus Pariwisata yang Terguling di Ciater Bawa Rombongan Pengajian dari Depok

 

Wakapolres Subang mengatakan, dari hasil penyelidikan di TKP, dugaan sementara kecelakaan ini terjadi akibat rem blong. Akibatnya, bus langsung terguling saat berada di tanjakan Nagrog.

“Dugaan sementara karena rem blong. Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, nanti ada hasil olah TKP dan sebagainya. Olah TKP kemungkinan kami lakukan besok,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, dari pendataan polisi, bus tersebut membawa total 57 penumpang. Sebanyak 53 penumpang dewasa dan empat anak-anak. Para korban telah dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

“Korban meninggal dunia sampai dengan saat ini, informasi terakhir ada delapan orang. Mudah-mudahan korban tidak bertambah karena banyak yang luka berat,” katanya.

Polres Subang juga masih mengindetifikasi para korban, termasuk memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan bagasi penumpang. “Kami masih mengidentifikasi para korban, cek KTP korban dan lain sebagainya. Sementara olah TKP akan kami lakukan besok,” kata Ahmad.


Editor : Maria Christina