Jawa Barat Rawan Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG

Juhpita Meilana · Minggu, 29 Desember 2019 - 12:15 WIB
Jawa Barat Rawan Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG
Angin puting beliung terlihat di wilayah Kupang NTT membuat warga ketakutan. (Foto: iNews/Eman Suni).

BANDUNG, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puting beliung masih mengancam sejumlah wilayah di Jawa Barat. Hal itu menurut BMKG dapat terjadi karena adanya jeda antara hari hujan dan tidak hujan selama beberapa waktu ke depan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya memberikan penjelasannya, Minggu (29/12/2019). “Potensi angin kencang atau puting beliung masih tinggi karena ada jeda hujan. Karena saat ini belum puncak musim hujan,” katanya.

Dia mengatakan jika satu sampai dua hari tanpa hujan, maka hujan pertama berikutnya pasti disertai angin kencang. Karena menurutnya pola cuaca seperti itu memicu pertumbuhan awan cumulonimbus.

“Jika akan turun hujan setelah beberapa hari cerah tandanya muncul awan cumulonimbus yang gelap dan berlapis-lapis. Fenomena ini bisa dilihat secara jelas oleh masyarakat sehingga mereka diharapkan waspada,” ujarnya.

Oleh karena itu dia mengatakan jika masyarakat melihat fenomena alam seperti itu segera menghentikan aktivitas di luar rumah. Fenomena hujan disertai angin kencang terjadi secara singkat yakni hanya dalam waktu satu jam saja.

“Ke depan ada potensi seperti itu. Jadi masyarakat diharap mengikat bagian rumah yang kemungkinan roboh kalau diterjang angin kencang. Dan memangkas bagian pohon yang sudah terlalu lebat,” ucapnya.


Editor : Rizal Bomantama