Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Kilometer 118 Tak Kembali Longsor, Aman Dilewati

Antara ยท Senin, 17 Februari 2020 - 01:37 WIB
Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Kilometer 118 Tak Kembali Longsor, Aman Dilewati
Petugas mengatur arus lalu lintas di KM 118 Tol Cipularang, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020). (Foto: Antara).

BANDUNG, iNews.id – PT Jasa Marga (Persero) memastikan tidak ada longsor susulan di kilometer 118 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pengendara tak perlu khawatir karena jalan tersebut tetap bisa dilalui.

Kendati aman, sejak Minggu (17/2/2020) sore arus lalu lintas di jalan tersebut mengalami kepadatan cukup panjang. Kepadatan ini disebabkan pengendara yang memperlambat kendaraannya saat melintasi kawasan bekas longsor.

"Sebagian pengemudi melambatkan perjalanannya di titik 118. Mungkin karena beberapa yang viral atau hoaks longsor tentang KM 118," kata Humas PT Jasa Marga Nandang Elan.

Sebelumnya, di media sosial memang ramai menyebar tentang longsor yang kembali terjadi di kawasan Tol Cipularang KM 118 atau tepatnya di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Adapun kabar tersebut disertai dengan foto udara yang menampilkan sisi kanan dan kiri jalan tol yang longsor. Jasa Marga menyampaikan bahwa foto tersebut diambil pada Sabtu (11/2/2020).

Jasa Marga menegaskan bahwa kabar yang beredar hingga menimbulkan persepsi tentang ancaman tol akan terputus itu tidak benar atau hoaks.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan bahwa kepadatan tersebut terjadi karena sedang ada pengerjaan perbaikan pascalongsor di kawasan itu. Akibatnya terjadi penyempitan arus lalu lintas.

Bahu jalan yang biasa dilalui ketika terjadi kepadatan kini ditutup oleh rubbercone. "Bahu jalan yang biasa dipakai oleh pemakai jalan terutama di ruas Cipularang Km 118+600 jalur B, sekarang tertutup dengan pemasangan rambu dan rubbercone," katanya.

Dia mengimbau kepada pengendara dari Bandung menuju Cikampek agar menggunakan jalan alternatif lain. Di antaranya menggunakan jalur Lembang-Subang-Purwakarta-Tol Cikampek, kemudian jalur alternatif melalui Padalarang-Cianjur-Puncak.


Editor : Zen Teguh