get app
inews
Aa Text
Read Next : 8 Perampok Ikat dan Pukuli 3 Warga Surabaya lalu Buang Korban di Lembang KBB

Inisiator: Pemekaran Kota Lembang Tak Bisa Ditawar Lagi, Apa Urgensinya?

Sabtu, 05 Februari 2022 - 08:58:00 WIB
Inisiator: Pemekaran Kota Lembang Tak Bisa Ditawar Lagi, Apa Urgensinya?
Satu kawasan di Lembang, KBB. (Foto: Dok)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Para inisitor pergerakan pembentukan Kota Lembang menilai wacana untuk memisahkan wilayah Lembang dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) bukan isapan jempol belaka. Wacana itu tidak bisa ditawar lagi.

Apalagi rencana tersebut sudah tercatat dan diakui dalam pengembangan wilayah Jawa Barat ke depan. Dalam recanan pengembangan Jabar itu terdapat 17 kota dan kabupaten yang bakal jadi daerah otonomi Baru (DOB). 

"Wacana Lembang menjadi kota, terpisah dari KBB, sudah bukan mimpi di siang bolong. Ini sudah tercatat, sehingga tidak bisa ditawar-tawar lagi, DPRD dan Pemda KBB harus membahasnya serius," kata Inisiator Komite Pemekaran Kabupaten Bandung Utara Kota Lembang Agoeng Darsono, Jumat (4/2/2022) malam.

Menurut Agoeng, wajar jika Pemprov Jabar ingin memekarkan wilayah. Karena, dengan total penduduk hampir 50 juta jiwa dan 5.899 desa/kelurahan, Jabar idealnya punya 40 kabupaten/kota. 

Sedangkan saat ini, Jabar hanya memiliki 27 kota dan kabupaten, 19 kabupaten dan 8 kota. Delapan kota tersebut antara lain, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya.

"Jatim saja yang penduduknya sekitar 38 juta jiwa punya 29 kabupaten dan 9 kota. Lalu Jateng penduduk sekitar 35 juta jiwa tetapi punya 29 kabupaten dan 6 kota," ujarnya.

Karena itu, tutur Agoeng, insiator pembentukan Kota Lembang, menyambut baik keinginan Gubernur Ridwan Kamil untuk melakukan pemekaran wilayah di Jabar. Terkait pemekaran Kota Lembang, inisiator juga telah melakukan berbagai persiapan. 

Salah satunya adalah melayangkan surat ke pelaksana tugas (plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, DPRD KBB, untuk segera membahas pemekaran Lembang sesuai amanat undang undang. 

"Pemekaran wilayah ini adalah godwil dari Pemprov Jabar yang harus disinergiskan dengan keinginan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota. Jangan ada penolakan atau bahasa tidak mau membahasnya," tutur Agoeng yang didampingi Ketua MPI KNPI KBB Lili Supriatna. 

Tokoh masyarakat Lembang, Jalaludin menilai sudah waktunya Lembang dimekarkan terpisah dari KBB. Urgensinya (alasan penting dan mendesak), bukan karena aksesibilitas ke pusat pemerintahan jauh atau masyarakat belum sejahtera, tapi karena Lembang layak mandiri dan sudah siap dengan potensi yang ada.

Jalaludin menilai, nanti Kota Lembang akan miliki empat kecamatan sehingga bisa memenuhi syarat sebagai sebuah kota. Yakni, Kecamatan Cisarua, Lembang, Parongpong, dan Maribaya yang dimekarkan dari Kecamatan Lembang

Hal itu sudah cukup untuk mendirikan pemerintahan setingkat kota dengan infrastruktur pendukung lainnya. "Jika Lembang jadi kota tersendiri, penataan akan lebih fokus. Tidak seperti sekarang di mana PAD Lembang dikeruk tapi perhatian ke Lembang minim," tutur Jalaludin.

Faktanya, kata dia, jalan-jalan desa di Lembang banyak yang rusak, banjir, sampah, perizinan di KBU yang tidak jelas. "Banyak lagi persoalan yang oleh Pemda KBB saat ini terabaikan," ucapnya. adi haryanto 

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut