Ini Tampang Pembunuh Bocah 14 Tahun di Karawang, Tak Disangka Aksinya Sesadis Itu

Nilakusuma · Senin, 23 Mei 2022 - 13:31:00 WIB
Ini Tampang Pembunuh Bocah 14 Tahun di Karawang, Tak Disangka Aksinya Sesadis Itu
Dengan memakai baju tahanan berwarna oranye, tersangka pembunuhan bocah 14 dihadirkan saat ekspose di Mapolres Karawang. (Foto: iNews.id/Nilakusuma) 

KARAWANG, iNews.id - Pembunuh bocah 14 tahun yang jasad korban digantung di kolong jembatan jembatan Karawang International Indutrial City (KIIC), dihadirkan saat eskpose di Mapolres Karawang. Dengan mengenakan baju tahanan oranye dan tangan terborgol, tersangka T (26) hanya bisa tertunduk.

Tersangka pun mengenakan penutup kepala sehingga hanya bagian mata saja yang terlihat. Dengan postur tubuhnya yang kecil siapa pun tak akan menyangka jika perbuatannya terbilang sadis saat menghabisi korban. 

Diketahui, sebelum tewas korban S dan pelaku T (26) sempat cekcok hingga korban dipukuli. Setelah korban tidak berdaya, kemudian kepala S dibenturkan ke tembok jembatan hingga tewas.


Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan, pelaku T merupakan kakak ipar korban. Peristiwa pembunuhan terjadi karena motif kekesalan pelaku terhadap korban. Pelaku kesal karena korban sering meninggalkan warung Bensin jika habis dimarahi. Pada hari itu korban meninggalkan warung. Kakak korban yang juga istri pelaku, meminta tersangka T mencari korban di bawah jembatan. 

Saat di bawah jembatan itu pelaku menemukan korban. Kemudian terjadi cekcok hingga pelaku memukuli korban. Setelah dipukul bertubi-tubi, korban yang masih anak itu pingsan. Melihat korban pingsan, oleh pelaku kepalanya kemudian diangkat dan dibenturkan ke tembok jembatan. 

"Pelaku panik saat mengetahui korban tewas. Kemudian pelaku menyiasati seolah-olah pelaku bunuh diri," kata Aldi saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Senin (23/5/2022).


Namun siasat pelaku mengelabui petugas mulai terendus karena polisi menemukan beberapa kejanggalan atas kematian korban. Polisi langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan. Setelah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi, polisi kemudian melakukan autopsi dan menyimpulkan jika korban tewas karena dibunuh. 

"Alat bukti berupa tambang, kayu serta pakaian korban sudah kita amankan. Pelaku mengakui membunuh korban karena kesal," ucap dia.



Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: