Ini Tampang 2 Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas asal Garut di Cicaheum

Agus Warsudi ยท Selasa, 14 September 2021 - 16:31:00 WIB
Ini Tampang 2 Preman yang Palak dan Aniaya Atlet Disabilitas asal Garut di Cicaheum
Fandi dan Riki, dua preman yang memalak dan menganiaya Rihan Firdaus, atlet disabilitas asal Garut di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Dua preman berbadan kurus, Fandi dan Riki ditangkap personel Polsek Ujungberung lantaran memalak dan menganiaya Rihan Firdaus, atlet disabilitas asal Kabupaten Garut di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Setelah ditangkap polisi, sikap sok jagoan kedua preman ini tak lagi terlihat.

Fandi dan Riki menundukkan wajah dalam-dalam saat dihadirkan dalam ekspos kasus pemalakan dan penganiayaan terhadap korban Rihan Firdaus, atlet cabang olahraga (cabor) atletik yang tercatat sebagai anggota National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Garut itu.

Kapolsek Ujungberung Kompol Heryana menghadirkan mereka saat ekspos di Mapolsek Ujungberung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung. "Alhamdulillah kami menangkap mereka tak lama setelah kejadian," kata Kapolsek Ujungberung, Selasa (14/9/2021).

Tubuh kedua preman itu kurus. Namun aksi mereka saat menjadi jagoan terminal cukup sangar. Mereka tak segan menganiaya sopir yang menolak memberikan uang jalur. Seperti dialami korban Rihan Firdaus pada Senin 13 September 2021 di Terminal Cicaheum, Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

Kronologi kejadian, ujar Kompol Heryana, sebelum kejadian, Rihan Firdaus mengemudikan bus jurusan Bandung-Garut di Terminal Cicaheum. Bus telah terisi delapan penumpang. Saat melintas di depan Terminal Cicahem, dua preman Fandi dan Riki memita uang jalur kepada Rihan.

"Namun korban menolak memberikan uang jalur Rp2.000 kepada pelaku. Namun, setelah sampai di kawasan Cicabe, Rihan putar balik karena telepon genggamnya tertinggal di Cicaheum," ujar Kompol Heryana.

Saat melihat bus yang dikendarai korban tiba di Termina Cicaheum, ujar Kapolsek, dua preman, Fandi dan Riki kembali meminta uang jalur. "Kondektur sudah memberi (uang jalur) karena itu korban terus jalan. Pelaku mengejar bus korban. Mereka melemparkan dua batu. Lemparan pertama kena mobil. Lemparan batu kedua kena sopir," ujar Kapolsek.

Akibatnya, tutur Kompol Heryana, telinga kanan korban Rihan terluka, terkena lemparan batu. Korban Rihan dibawa ke RSUD Ujungberung untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Ujungberung.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: