Ini Harapan Korban Pemerkosaan Herry Wirawan kepada Majelis Hakim

Agus Warsudi ยท Sabtu, 15 Januari 2022 - 14:45:00 WIB
Ini Harapan Korban Pemerkosaan Herry Wirawan kepada Majelis Hakim
Ketua LBH SPP Garut Yudi Kurnia, kuasa hukum santriwati korban pemerkosaan. (Foto: iNews/II SOLIHIN)

BANDUNG, iNews.id - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman mati dan kebiri bagi Herry Wirawan, terdakwa pemerkosa 13 santriwati di Bandung. Korban dan keluarganya pun berharap majelis hakim menjatuhkan vonis sama dengan tuntutan jaksa.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, selain menuntut Herry dengan hukuman mati dan kebiri kimia, JPU juga menuntut Herry membayar denda Rp500 juta dan restitusi atau ganti rugi untuk korban Rp331 juta. 

Bahkan, JPU juga meminta majelis hakim membekukan dan membubarkan seluruh pondok pesantren dan yayasan yang dikelola Herry Wirawan. Kemudian menyita seluruh aset milik Herry dan dilelang. Hasilnya diberikan untuk para korban dan anak yang dilahirkan akibat perbuatan keji Herry.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Petani Pasundan (SPP) Garut Yudi Kurnia, kuasa hukum korban mengatakan, pada prinsipnya keluarga korban mengapresiasi tuntutan jaksa terhadap Herry. 

"Berarti jaksa sangat-sangat empati terhadap korban dan keluarga korban maupun publik. Saya mengapresiasi tuntutan ini. Itu (hukuman mati dan kebiri) sesuai dengan harapan keluarga," kata Yudi Kurnia kepada wartawan melalui sambungan telepon seusai sidang pada Selasa (11/1/2022). 

Yudi menyatakan, kasus Herry ini masuk dalam perkara kejahatan luar biasa. Karena itu, Yudi mewakili keluarga korban sangat berharap hakim mengabulkan semua tuntutan jaksa. 

"Ini kan baru tuntutan. Ya nanti mudah-mudahan dari majelis hakim memutus sesuai tuntutan, tidak ada pengurangan atau tidak ada pertimbangan yang dapat mengurangi tuntutan. Ini sudah jelas kejadian (kejadian) luar biasa, sebetulnya tidak ada alasan hukuman dikurangi," ujar Yudi. 

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menuntut Herry Wirawan dengan hukuman mati dan kebiri. Tuntutan terhadap terdakwa yang telah memperkosa 13 siswa di Bandung ini dibacakan langsung oleh Kepala Kejati Jabar Asep N Mulayana, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE. Martadinata, Selasa (11/1/2022). 

Saat pembacaan tuntutan itu, terdakwa Herry hadir di ruang sidang. "Kami pertama menurut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera pada pelaku. Kedua, kami juga meminta hakim untuk menyebarkan identitas terdakwa dan hukuman tambahan, kebiri kimia," kata Asep N Mulyana. 

Herry dituntut hukuman sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: