Ini Alasan Wanita di Garut Berbohong Dibegal hingga Rp1,3 Miliar, Bikin Nyesek

fani ferdiansyah ยท Selasa, 29 Maret 2022 - 14:02:00 WIB
Ini Alasan Wanita di Garut Berbohong Dibegal hingga Rp1,3 Miliar, Bikin Nyesek
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menunjukkan sejumlah barang bukti dalam ekspose kasus laporan palsu Ineu Siti Nurjanah, beberapa waktu lalu. (Foto: iNews.id/Fani Ferdiansyah)

GARUT, iNews.id - Ineu Siti Nurjanah (31), wanita asal Kabupaten Garut yang berpura-pura korban begal dan kehilangan uang Rp1,3 miliar divonis sembilan bulan penjara. Ineu disebut terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah dalam vonis yang dibacakan dalam sidang putusan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Garut dan Kejaksaan Negeri Garut Senin (28/3/2022) kemarin.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut Ariyanto, mengatakan Ineu terbukti melakukan tindak pidana secara bersama-sama membuat laporan palsu. Dia menyebut Ineu diancam dengan pidana Pasal 220 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1. 

"Majelis hakim memutuskan vonis untuk terdakwa Ineu ini sembilan bulan penjara, sebelumnya kami tuntut 11 bulan penjara," ujar Ari, kepada wartawan, di Kejari Garut Selasa (29/3/2022).

Ari mengungkapkan kasus Ineu beberapa waktu lalu viral karena mengaku mengalami kerugian yang mencapai Rp1,3 miliar karena dibegal. Dia menyebutkan kasus Ineu sebelumnya sempat viral dan menjadi perhatian masyarakat luas yaitu mengaku-ngaku sebagai korban begal dengan kerugian yang fantastis yakni 1,3 miliar rupiah.

Akan tetapi, setelah diselidiki Ineu ternyata berbohong dan membuat laporan palsu untuk menghindar dari kejaran penagih utang.

"Dari kasus ini, masyarakat bisa belajar agar tidak melakukan hal yang sama, membuat laporan palsu demi mengindar dari sesuatu bisa berdampak karena harus dipertanggungjawabkan secara hukum," tuturnya. 

Untuk diketahui, kasus pura-pura dibegal tersebut bermula asat terdakwa menjalin kerja sama dengan EE pengusaha asal Cikajang Garut sebagai pemodal dalam usaha penjualan telur untuk program BPNT.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: