Hari Kedua Pencarian 7 Penambang Emas asal Tasikmalaya di Kobar Kalteng, Nihil

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Sabtu, 21 November 2020 - 19:32:00 WIB
Hari Kedua Pencarian 7 Penambang Emas asal Tasikmalaya di Kobar Kalteng, Nihil
Wabup Kobar Ahmadi Riansyah dan Kapolres Kobar saat meninjau proses evakuasi tujuh penambang oleh tim SAR. (Foto: iNewsTv/Sigit Dzakwan Pamungkas)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.Id - Pencarian dan upaya evakuasi hari kedua terhadap tujuh penambang emas rakyat asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat di Sungai Seribu, RT 7, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, nihil. Tak ada satupun korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan hari ini, Sabtu (21/11/2020).

Banyak kendala yang dihadapi tim SAR lantaran lokasi tambang emas yang sangat dalam mencapai 65 meter. Diameter lubang pun sangat kecil. Keluarga mulai pasrah jika memang korban dan masih di dalam lubang tambang emas tak bisa dievakuasi.

Aep Saepulloh, yang juga seorang penambang emas asal Tasikmalaya, mengatakan, di lokasi pencarian, rekan sesama penambang, setiap malam menggelar tahlilan untuk mendoakan para korban.

Paman dari korban Yuda (26) dan Reza (20 tahun), ini mengaku pasrah dan ikhlas jika jasad keponakannya, Reza, tak bisa dievakuasi.

"Apapun keputusan dari tim evakuasi akan kami sampaikan kepada keluarga di Tasikmalaya. Meskipun sebenarnya kami sangat sedih. Namun bagaimana lagi. Ini merupakan musibah," kata Aep Saepulloh yang masih berada di lokasi tambang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pencarian jenazah korban hari kedua ini tidak membuahkan hasil apapun. Pencarian jenazah korban sulit dilakukan lantaran berada di kedalaman 45 meter di bawah permukaan tanah dan 35 meter di lorong horisontal. Kondisi ini berpotensi membahayakan para petugas yang masuk dalam lubang tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah yang memantau operasi pencarian korban di lokasi tambang emas mengatakan, pencarian hari kedua terhadap tujuh korban penambang yang masih terjebak, dihentikan sementara.

Keputusan ini diambil, kata Ahmadi, karena tim SAR gabungan kesulitan masuk ke dalam lubang tambang yang sempit. “Sabtu sore kami putuskan untuk menghentikan dulu proses penarian. Sebab tim SAR tidak bisa masuk ke dalam lubang. Tabung oksigen yang dibawa tim SAR tak bisa ikut masuk karena sempitnya lubang,” kata Ahmadi.

Ahmadi mengemukakan, pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB, bersama Bupati, Kapolres, Dandim, Basarnas, dan Kejari Kobar akan menggelar rapat untuk memutuskan pencarian tujuh penambang emas akan di lanjutkan kembali besok, Minggu (22/11/2020) atau tidak. “Kita nanti malam rapat di kantor bupati dulu. Apa hasilnya, besok kami gelar konferensi pers,” ujar Ahmadi.


Editor : Agus Warsudi