Hamil di Luar Nikah, Gadis di Cimahi Nekat Buang Bayi di Pinggir Jalan

Yuwono ยท Rabu, 26 September 2018 - 09:47 WIB
Hamil di Luar Nikah, Gadis di Cimahi Nekat Buang Bayi di Pinggir Jalan
Petugas Polsek Cimahi Selatan yang ikut menyelamatkan bayi perempuan yang dibuang ibu kandungnya. (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.id – Warga kawasan Gempol Asri, Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), geger dengan temuan bayi perempuan baru lahir di sekitar permukiman mereka, Selasa (25/9/2019). Mereka langsung menyelamatkannya dan membawa ke bidan setempat untuk mendapat penanganan, serta melaporkan kasus penemuan bayi itu ke Polsek Cimahi Selatan.

Informasi yang dirangkum iNews, polisi yang mendapat laporan bergerak cepat melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, identitas ibu yang melahirkan bayi tersebut pun dapat dilacak.

Pelaku diketahui berinsial ST (18) warga Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, (Jabar) sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari (MAL) Cimindi lantaran mengalami pendarahan usai melahirkan secara normal bayi itu tanpa bantuan siapa pun di toilet umum dekat tempat kontrakannya..


Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengungkapkan, pelaku hamil di luar nikah dan mengandung janin dari mantan pacarnya. Dia kemudian melahirkan di toilet umum dekat kontrakannya seorang diri. Usai lahir dia meninggalkan bayinya di depan pintu toilet dan menghubungi rekannya melalui pesan Whatsapp agar datang mengambil dan merawatnya. Namun sebelum rekan pelaku datang, bayi itu lebih dahulu ditemukan warga setempat dan langsung dibawa ke bidan, serta dilaporkan ke polisi.

“Bayi itu hasil hubungannya dengan mantan pacar pada Januari 2018 di Gunung Halu. Bulan Juni pelaku datang ke Cimahi untuk bekerja di pabrik, dan melahirkan bayi itu karena sudah memang sudah genap waktu kelahirannya,” kata Sutarman, Rabu (26/9/2018).

Atas pertimbangan kemanusiaan, polisi tidak menjerat pidana kepada pelaku namun mengenakan wajib lapor. Petugas juga sudah berkoordinasi dengan orang tua pelaku yang mengaku siap untuk merawat bayi perempuan tersebut.

“Kami menegakan penegakkan hukum yang berkeadilan. Pelaku saat ini terindikasi mengalami pendarahan dan bayi juga butuh asupan asi dan perawatan orang tuanya. Selain juga faktor ekonomi dari pelaku,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw