Gempa Bumi M5,2 Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa Sampai Jakarta

Arif Budianto ยท Senin, 17 Januari 2022 - 08:34:00 WIB
Gempa Bumi M5,2 Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa Sampai Jakarta
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Ilustrasi/ISTIMEWA)

BANDUNG, iNews.id - Gempa bumi tektonik terjadi di Kabupaten Sukabumi, pada pukul 07.25.58 WIB, Senin (17/1/2022). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,2 (M5,2) dengan episenter terletak pada koordinat 7,55 ° LS ; 105,83° BT. 

Gempa bumi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 100 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 42 kilometer (km).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi di zona subduksi. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setio Prayitno. 

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Bayah, Pandeglang, Cikeusik, Panimbang dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan akan truk berlalu). Kemudian di daerah Cikembar, Cireunghas, Palabahunratu, Sumur, Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Tambun dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, " beber dia.

Hingga hari Senin 17 Januari 2022 pukul 07.42 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,9. 

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: