Gegara Sering Tak Pakai Baju, Ustaz Encep Diisukan Jadi Waliyullah di Sukabumi

Dharmawan Hadi ยท Minggu, 03 Oktober 2021 - 12:22:00 WIB
Gegara Sering Tak Pakai Baju, Ustaz Encep Diisukan Jadi Waliyullah di Sukabumi
Foto yang beredar di grup WhatsApp, Ustaz Encep yang dikabarkan dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul (paling kiri) (Foto: Istimewa)

SUKABUMI, iNews.id - Berawal dari perilaku Ustaz Encep yang tak memakai baju dalam kegiatan kesehariannya telah menimbulkan opini beragam pada warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Dampaknya, tersebar kabar perilaku tersebut karena Ustaz Encep sudah diangkat menjadi Wali Allah (Waliyullah) oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul.

Puncaknya ketika tersebarnya voice note (pesan suara) yang berasal dari WhatsApp Group (WAG) internal LSM Komunitas Pemberantasan Korupsi (KPK) Jabar yang isinya menerangkan beberapa tokoh dalam foto yang bererdar. Dalam pesan suara itu disebutkan yang tidak memakai baju itu Ustaz Encep, pemimpin pesantren, yang mengaku sekarang sudah dilantik oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Waliyullah.

Tak lama kemudian, Ketua DPC Surade LSM KPK Pasundan, Arif Rahman Hakim mengakui bahwa voice note tersebut adalah suara dirinya.

“Tapi saya tidak pernah men-share baik foto ataupun voice note saya keluar group KPK, karena setelah saya konfirmasi, klarifikasi ke Lurah Warnasari, hasilnya saya bawa ke WAG saya, WAG KPK. Karena menurut saya itu adalah rumah internal saya, mau bagaimana pun, mau diapa-apain pun itu wilayah saya. Tapi yang sangat disesalkan itu (voice note) kenapa bisa keluar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Arif menambahkan bahwa tujuan diunggah pada WAG KPK Pasundan adalah untuk didiskusikan dan dikaji, namun ternyata voice note tersebut tersebar ke luar group dan dianggap seolah-olah dirinya menyebar fitnah pengangkatan Ustaz Encep menjadi Waliyullah. 

“Setelah kejadian itu, malam Jumatnya datang dari pihak Ustaz Encep, namanya Hamdin, Ketua GP Anshor Kecamatan Surade untuk mengklarifikasi,” katanya.

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa Hamdin selama 5 bulan tinggal di sana bersama Ustaz Encep tidak pernah mengakui dirinya jadi wali. Kebiasaan yang sekarang tidak memakai baju tersebut adalah perintah mursyidnya (gurunya) yang dari Kota Malang dalam memperlajari ilmu Tarekat Naqsabandiyah. 

“Hasil klarifikasi bersama Hamdin, saya mengucapkan terima kasih dan syukur Alhamdulillah, dan tolong sampaikan minta maaf atas saya kekeliruan ke Ustaz Encep,” katanya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: