Gegara Dijadikan Pabrik Narkoba, Izin Sewa Lahan Pemkot Bandung Dicabut

Sindonews.com ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 06:30 WIB
Gegara Dijadikan Pabrik Narkoba, Izin Sewa Lahan Pemkot Bandung Dicabut
Barang bukti dari pabrik narkoba di Bandung, Senin (24/2/2020) (Foto: iNews/Mujib Prayitno)

BANDUNG, iNews.id – Tindakan tegas diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terhadap Sukaryo, penyewa lahan dan bangunan Kompleks Pemkot Bandung di Arcamanik. Pemkot Bandung mencabut izin sewa lahan karena Sukaryo telah menggunakan lahan dan bangunan tersebut untuk mendirikan pabrik narkoba.

Kepala Seksi Pemanfaatan Lahan Dinas DPKP3 Pemkot Bandung, Tuarsono mengatakan, Sukaryo telah memberikan keterangan palsu terkait penyewaan lahan dan bangunan yang terletak di Jalan Cingised, Kompleks Pemda RT 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik itu.

"Sesuai ketentuan dan sanksi, dalam perjanjian itu ada di Pasal 10 ayat 4. Disebutkan, berdasarkan penilaian pihak pertama atau Pemkot, kalau dia (penyewa) memberikan keterangan palsu bisa dicabut," kata Tuarsono, Selasa (25/2/2020).

Aturan yang dilanggar Sukaryo itu, diatur dalam Pasal 10 ayat 4 Peraturan Wali Kota Nomor 427 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 828 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sewa Tanah dan/ atau Bangunan Milik Pemerintah Daerah.

Dalam Pasal 10 ayat 4 disebutkan bahwa pemerintah dapat mencabut izin sewa lahan apabila penyewa memberikan keterangan palsu.

Tuarsono menerangkan, lahan tercatat disewa oleh Sukaryo dalam rentang waktu selama lima tahun atau mulai 2014 hingga 2019

"Itu posisi yang kena (penggerebekan oleh petugas BNN) kemarin kan lahan sewa atas nama Pak Sukaryo. Sewa dari 2014 sampai 2019 untuk lima tahun," ujarnya.

Dia menuturkan, Pemkot Bandung tidak tahu pasti luas lahan yang disewa oleh Sukaryo. Yang pasti, harga sewa lahan dan bangunan di sana Rp900 ribu per tahun didasarkan harga pada 2014 silam.

Tarif sewa lahan telah diatur dan tertuang dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Nomor 828 Tahun 2008, yakni 0,5 persen dikalikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dikalikan luas lahan.

"Sekarang kan NJOP naik, kalau sekarang sih Rp1,5 juta per tahun. Dulu kalau 2014 itu harganya berkisar di Rp 900 ribu per tahunnya. Dia (Sukaryo) sewa untuk lima tahun," tutur Tuarsono.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah yang dijadikan pabrik narkoba jenis pil di Jalan Cingised, Kompleks Pemda RT 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (23/2/2020).

Pabrik narkoba tersebut mampu memproduksi 8 ribu pil per hari. Total pil narkoba yang disita petugsa mencapai 4 juta butir. Sebanyak 3 juta 50 butir telah dikemas dan siap dipasarkan.

Lima tersangka pelaku, Sukaryo alias Nono (40), Chandra Rully Hidayat alias Rama alias Bram (38), Marvin Irwan Kurniadi alias Vino (35), Suwarno alias Pak Haji (53), dan Iwan Ridwan alias Jafra (54), menggunakan lahan dan bangunan milik Pemkot Bandung.


Editor : Reza Yunanto