get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Mimpi Almarhum Ebenz Burgerkill yang Belum Terwujud

Ebenz Burgerkill Nyaris Dipukul Popor Senapan M16 saat Konser Megadeth di Medan

Sabtu, 04 September 2021 - 07:24:00 WIB
Ebenz Burgerkill Nyaris Dipukul Popor Senapan M16 saat Konser Megadeth di Medan
Ucapan duka atas berpulangnya almarhum Ebenz Burgerkill. (Foto: istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Aris Tanto atau Ebenz Burgerkill telah tiada. Tetapi sejumlah kenangan, terutama sifat baik hati almarhum, masih membekas erat di benak sahabatnya, Wendi Putranto.

"Menurut saya sih Eben orang yang sangat down to earth (menapak bumi). Sangat humble (supel dan bersahaja) dia. Walaupun statusnya bisa dibilang salah satu legenda metal terbesar di Indonesia ya. Dia berhasil membawa nama musik metal Indonesian ke seluruh dunia gitu," kata Wendi, Jumat (4/9/2021).

"Menurut saya sih, ini (meninggalnya Ebenz) kehilangan sangat besar sih buat sken musik metal di Indonesia ya. Itu yang sangat sedih. Selain sahabat juga, saya sangat kehilangan sih pastinya. Sosok Eben ini one in million (satu dalam satu juta) gitu, karena dia sangat bekerja keras," ujarnya.

Wendi menceritakan satu kejadian yang sangat berkesan bersama mendiang Ebenz. Kejadian itu menggambarkan sifat baik hati dari salah satu musisi legendaris metal tersebut.

Momen yang paling Wendi ingat bersama Ebenz adalah saat sama-sama menonton konser Megadeth di Medan pada 2001 silam. "Kenangan dengan Ebenz yang sangat berkesan itu 20 tahun lalu ya. Waktu itu 31 Juli 2001. Kami sama-sama nonton konser Megadeth di Medan," tutur Wendi.

Konser Megadeth adalah konser metal pertama di Indonesia setelah sekitar 7 atau 8 tahun larangan pergelaran musik cadas, pascakonser Metalica pada 1993 yang rusuh itu. Selama 7-8 tahun, pemerintah melarang konser musik metal di seluruh Indonesia.

Saat konser Megadeth di Medan, Wendi dan Ebenz melihat banyak polisi berjaga di depan panggung sambil memegang senjata.

"Tapi yang bikin saya teringat banget karena saat konser itu kan polisi-polisi di sana yang menjaga tuh banyak bawa senjat di depan panggung. Ada anak-anak metal yang biasa lha ya headbang, slam dance gitu," tutur Wendi.

"Nah ada polisi gitu yang kayak mau mukulin penonton yang berbuat itu. Padahal itu kan ekspresi dalam musik ya. Nah, Ebenz ngebantuin penonton ini gitu. 'Woi jangan kekerasan' gitu ya (teriak Ebenz ke polisi)," ucapnya.

Saat itu, polisi hampir memukul Ebenz menggunakan senapan M16. Namun, hal tersebut berhasil dihindari berkat Wendi yang segera menarik Ebenz.

"Saya tarik. Kalau nggak saya tarik mungkin sudah kena (pukul popor senapan M16) jidatnya itu ya. Marah-marah dia. Tapi saya bilang 'tenang-tenang Ben'. Dia (Ebenz) marah-marah lha sama polisi," ujar Wendi.

Diberitakan sebelumnya, Ebenz meninggal dunia Jumat (3/9/2021) sekitar pukul 15.59 WIB di RS Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung. Sebelumnya, almarhum jatuh pingsan saat tampil di acara musik bersama manajemen Rocket Rockers di Jalan Gudang Selatan.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut