Dua Mahasiswa ITB dan IPB Menang Kompetisi Start Up di Tokyo Jepang

Muhammad Fida Ul Haq ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 11:11 WIB
Dua Mahasiswa ITB dan IPB Menang Kompetisi Start Up di Tokyo Jepang
Mahasiswa ITB dan IPB menang Hult Prize, (Foto: dok. Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Nur R Ayukaryana dan mahasiswa Universitas IPB Aryanis Mutia Zahra berhasil memenangkan kompetisi internasional Hult Prize, pada skala kampus di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT). Keduanya memenangkan kompetisi dengan tim dari universitas lainnya di antaranya Hua Yajun dari Dalian University of Technology China dan Miki Tatsuma dari TUAT.

Dikutip dari laman resmi ITB, Hult Prize adalah lomba start up yang bertujuan menciptakan ide bisnis untuk menyelesaikan permasalahan dunia.

Ayu bersama rekannya memenangkan kompetisi dengan tema 'Building Startups That Have A Positive Impact on Our Planet with Every Dollar Earned', 8 Desember 2019 lalu. Dia berhasil mengalahkan 19 tim lainnya.

Ayu merupakan mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran pelajar di TUAT. Seraya mengisi waktu luang karena akan pulang ke Indonesia, Ayu ikut dalam kompetisi tersebut.

“Kebetulan ada kompetisi Hult Prize ini, jadi aku tergerak mau ikut dan segera bentuk tim,“ kata Ayu seperti dikutip dari situs resmi ITB, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA:

Hampir Seminggu, Banjir di Telukjambe Karawang Belum Surut

Banjir di Bekasi Surut: Sampah Menumpuk dan Sebagian Sekolah Libur

Awalnya, Ayu mengajukan penelitian mengenai superkonduktor sebagai ide kompetisi. Namun, terkendala proses bisnis dan proyeksi biaya.

Akhirnya setelah melalui berbagai pertimbangan, idenya diganti dengan pengolahan limbah produksi batik dengan memanfaatkan pengalaman dan kemampuan Aryanis Mutia Zahra dalam penelitiannya soal aerogel.

“Juri terdiri dari 12 orang, bidang keahliannya macam-macam, tapi semua fokusnya di bisnis, ada pendiri start-up ada juga konsultan profesional. Seluruh juri memberikan kontribusi terhadap nilai dan nilai kami itu 10 dari 10," ucap Ayu.

Saingan Ayu dan timnya saat itu berasal dari berbagai kalangan. Bahkan ada yang berasal dari mahasiswa pascasarjana.

"Bukan hanya dari segi itu ya, kita itu juga semuanya mahasiswa teknik, kalau pun tahu bisnis itu sedikit sekali, padahal ini adalah kompetisi bisnis. Jadi, memang dari awal kami tidak ada ekspektasi,“ kata Ayu.

Sebagai pemenang, timnya akan kembali ikut dalam Hult Prize Regional, di Jepang pada Maret 2020 sebagai lanjutan dari rangkaian kompetisi. Namun sayang, Ayu tidak bisa bergabung karena harus segera kembali ke Indonesia.

"Program pertukaran saya sudah selesai, jadi saya hitungannya alumni dari TUAT, bukan mahasiswa lagi, jadi sesuai dengan peraturan Hult Prize, saya sudah tidak bisa ikut lagi," kata Ayu.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq