Dituduh Selingkuh, Pria di Ciamis Tewas Tragis Dikeroyok Warga

Acep Muslim ยท Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:18 WIB
Dituduh Selingkuh, Pria di Ciamis Tewas Tragis Dikeroyok Warga
Suami dari perempuan yang dituduh berselingkuh dengan korban tewas dikeroyok warga saat diminta keterangan di Polsek Cikoneng, Jumat (30/8/2019). (Foto: iNews/Acep Muslim)

CIAMIS, iNews.id – Nasib tragis dialami Adi Kuswandi, warga Cinangka Desa Budiasih, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dia meregang nyawa dikeroyok warga yang menuduhnya berbuat selingkuh dengan perempuan yang suaminya sedang ada di luar daerah (Semarang).

Kapolsek Cikoneng Kompol Widarjo menceritakan, duduk perkara kasus ini berawal saat korban mendatangi rumah warga setempat bernama Neneng Nurjanah Rabu (28/8/2019) malam. Kedatangan korban untuk memperbaiki ponsel milik anak Neneng yang rusak.

Saat akan pulang, korban merasa cemas dan takut karena sudah banyak warga yang menunggu di depan rumah. Mereka langsung menganiaya korban hingga akhirnya meninggal.

“Diduga pengaruh miras dan menjadi emosional, ada warga menggedor rumah dan menarik perhatian warga lainnya. Kemudian menggiring opini (berbuat selingkuh) hingga mereka melakukan kekerasan kepada korban,” ujarnya, Jumat (30/8/2019).

Kapolsek mengungkapkan, jika ada lima sampai 10 warga yang menggeroyok korban. Di mana para pelaku penganiayaan ini diduga dalam pengaruh minuman keras (miras).

“Korban dianiaya dengan botol miras. Kasusnya masih diselidiki namun sudah ada dugaan yang mengarah ke tersangka. Bisa lebih dari satu orang,” katanya.

Sementara itu, Engkus, pemilik rumah yang menjadi lokasi TKP penganiayaan sekaligus suami Neneng Nurjanah menjelaskan, jika korban dan istrinya tidak ada hubungan apapun seperti yang dituduhkan (berselingkuh). Namun saat kejadian, dia mengakui sedang tidak ada di rumah.

“Saat kejadian saya di Semarang. Hanya istri dan anak saya yang ada di rumah,” ujarnya.

Dia menceritakan, begitu mendapat kabar langsung pulang ke rumah. Informasi yang diterimanya, korban datang ke rumah untuk memperbaiki ponsel anaknya. Saat akan pulang, ada sejumlah pemuda diduga dalam kondisi mabuk menunggu di depan pintu.

“Korban takut keluar dan bersembunyi dalam kamar bersama istri dan anak saya. Warga datang dan langsung mengeroyoknya. Istri saya panik dan tak tahu apa-apa lagi,” kata Engus.

Menurutnya para pelaku merupakan warga setempat. Korban masih sempat sadar dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat bantuan medis.

“Usai dikeroyok korban masih sadar, sempat bilang katanya gak apa-apa,” ucapnya.

Sementara keterangan adik korban, Mukhlis, mereka mendapat informasi saat korban sudah meninggal di RSUD Tasikmalaya. Keluarga langsung ke rumah sakit saat mendapat informasi tersebut.

“Kami tidak tahu kejadiannya. Kami hanya dapat kabar pukul 4 pagi korban sudah meninggal. Pengeroyokannya malam, antara pukul 11 sampai jam 12 malam,” kata Mukhlis.

Kematian korban secara tak wajar menjadi perhatian polisi. Kasus ini sudah dalam penanganan Polsek Cikoneng. Polisi bahkan telah datang ke rumah duka untuk mengidentifikasi dan visum luar. Tampak ada sejumlah memar dan luka di kepala yang diduga penyebab kematian korban.


Editor : Donald Karouw