CONNECTI:CITY 2022, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Pelaku Ekraf Tangguh di Masa Pandemi
BANDUNG, iNews.id - Wakil Meteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) RI Angela Tanoesoedibjo mengakui ketangguhan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di masa pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Angela saat memberikan sambutan secara virtual dalam CONNECTI:CITY 2022 yang digelar di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, 14-15 Maret 2022.
CONNECTI:CITY 2022 merupakan kegiatan yang digelar sebagai rangkaian Road to Presidensi G20 sebagai peluang Indonesia untuk menguatkan sektor ekraf.
Angela Tanoesoedibjo mengatakan, sebelum pandemi, sektor ekraf Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Namun karena pandemi, hal tersebut sempat terhambat.
"Pada kesempatan ini, saya ingin kita mengakui ketangguhan pelaku ekonomi kreatif selama masa-masa yang penuh tantangan ini. Karena mereka, kita telah menyaksikan percepatan ekonomi kreatif untuk mempercepat pemulihan ekonomi," kata Angela dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (15/3/2022).
Selama bertahun-tahun, ujar Angela Tanoesoedibjo, pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekosistem ekraf, termasuk pada agenda komunitas internasional.
Pada 2018, Indonesia berhasil meluncurkan World Conference on Creative Economy (WCCE) atau Konferensi Internasional Ekonomi Kreatif di Bali. Kemudian, pada Sidang Umum PBB ke-74 tahun 2021, WCCE dideklarasikan sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021.
Selanjutnya, WCCE kedua digelar di Dubai pada 2020 yang mendukung ekonomi kreatif berkelanjutan, supply chain, adaptasi teknologi, dan inklusivitas bagi perempuan dan pemuda. "Hari ini, Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 dengan mengusung Recover Together Recover Stronger," ujarnya.
"Kami rasa ini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk membawa pulang WCCE di lokasi acara G20 Indonesia dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah WCCE ketiga di Bali pada Oktober 2022 dengan tema Implicitly Creative Global Recovery," tutur Angela Tanoesoedibjo.
Dari agenda tersebut, Angela berharap, diperoleh resolusi dalam mendukung pengembangan industri ekraf sebagai pilar ekonomi pascapandemi. "Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri ekonomi kreatif. Saya yakin melalui kegiatan ini, kita bisa menghasilkan hasil nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mencapai tujuan yang berkelanjutan," ucapnya.
Senada dengan Angela, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengakui bahwa ekraf menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Karenanya, pengembangan ekraf menjadi penting dalam menopang ekonomi kota-kota di dunia.
"Salah satu yang bertahan dan berkontribusi di masa pandemi Covid-19 adalah dari ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kalau kita bicara tema tahun ini, salah satunya bagaimana supaya ekonomi dunia ini tetap bertahan," kata Sekda Jabar.
CONNECTI:CITY merupakan konferensi internasional terkait ekonomi kreatif dalam rangka mendukung Presidensi G20 dan sebagai side event U20. Adapun tema yang diusung pada CONNECTI:CITY 2022 adalah "People and the Next Economy Recovering Together".
"Jadi ini adalah side event dari G20 yang kita namakan sebagai Urban 20 (U20). Kebetulan yang menjadi host-nya DKI Jakarta dan Jawa Barat," ujar Setiawan Wangsaatmaja.
Setiawan menyampaikan bahwa output dari webinar CONNECTI:CITY ini berupa rekomendasi terkait pengembangan ekraf yang akan disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada forum G20.
Ekraf yang dibahas pada CONNECTI:CITY, kata Setiawan, meliputi 17 subsektor, di antaranya digitalisasi, desain, seni kriya, fashion, kuliner, sampai film. "Hasilnya nanti bersifat rekomendasi yang akan masuk U20, dan tentu saja nantinya akan disampaikan ke G20 oleh Bapak Gubernur," tuturnya.
Setiawan pun berharap, rekomendasi yang telah kami diskusikan didengar dan G20 ini akan menjadi policy (acuan kebijakan) dunia. Ekonomi kreatif akan menjadi salah satu andalan untuk tetap bertahan dalam sistem perekonomian di sebuah kota.
Sebagai contoh pentingnya pengembangan ekraf, Setiawan melaporkan bahwa tiga subsektor ekraf di Jabar adalah industri kerajinan 27,1 persen, industri kuliner 26,4 persen, dan industri fashion 16,7 persen.
"Jabar juga memiliki jumlah perusahaan startup terbesar kedua di Indonesia. Apalagi Kota Bandung memiliki distribusi developer dan publisher video game tertinggi dibandingkan kota lain di Indonesia, dengan kontribusi mencapai angka 15,71 persen," ucap Sekda Jabar.
Editor: Agus Warsudi