Cerita Warga Pengguna PLTS Atap, Tak Menyangka Bisa Hemat Tagihan Listrik hingga 50 Persen

Yan Yusuf ยท Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:14:00 WIB
Cerita Warga Pengguna PLTS Atap, Tak Menyangka Bisa Hemat Tagihan Listrik hingga 50 Persen
Panel surya. Penggunaan panel surya atau PLTS Atap bisa menghemat pengeluaran listrik rumah tangga. (Foto: ilustrasi/AFP)

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat Indonesia mulai banyak yang beralih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau panel surya. Salah satu tu alasan yang membuat solar panel ini kian banyak dipakai karena bisa menghemat pengeluaran.    

Pengalaman ini dirasakan salah seorang pengguna PLTS Atap, Heri Trianto. Sejak memasang panel surya di atap rumahnya, dia mampu menghemat tagihan listrik sebesar 50 persen setiap bulan. 

"Saya pikir bisa 50-60 persen dari total tagihan listrik setiap bulannya," kata Heri dikutip dari wawancaranya di YouTube, setahun lalu.

Heri tinggal di kawasan perumahan elite di Kota Jakarta. Sejak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan aturan No 49 tahun 2018 tentang Tenaga Surya, Heri kemudian mencoba memasang sejumlah panel surya di atap rumahnya.

"Biayanya kalau nggak salah sekitar Rp50 juta. Tapi bisa murah, tergantung merek dan kekuatan menyerap energi mataharinya," katanya.

Menurut Heri, meski terbilang mahal, harga pemasangan itu sebanding dengan uang yang dikeluarkan olehnya untuk memenuhi pasokan listrik rumah mencapai 4.400 Volt Ampere (VA). Pasokan listrik sebesar 13-15 kWh berhasil didapat selama seharian.

Heri menjelaskan, dengan menggunakan sistem on creed, aliran listrik yang digunakan olehnya tak bergantung pada PLTS Atap maupun PLN. Artinya, dia pun bisa menggunakan sistem tenaga surya kapan pun dia mau.

"Cukup dengan mengubah sumbernya aja. Bisa dari PLTS saat penuh atau mati listrik," katanya.

Saat diwawancarai kala itu, Heri mengakui baru 10 hari memasang panel surya di rumahnya. Selama itu pula dirinya mendapati adanya perbedaan grafik sebelum memakai PLTS dengan sudah terpasang. Penghematan konsumsi listrik pun mulai terlihat.

"Satu kWh misalnya menghasilkan 175 watt, berarti bisa dibilang hematnya bisa 50-60 persen," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: