Cegah Perilaku Abnormal, Anak Korban Pandemi Perlu Penanganan Traumatik

Arif Budianto ยท Senin, 22 November 2021 - 14:19:00 WIB
Cegah Perilaku Abnormal, Anak Korban Pandemi Perlu Penanganan Traumatik
Anak yatim dan piatu di Kabupaten Majalengka mendapatkan paket sembako dan uang tunai dari DP3AKB Jabar. (Foto: Dok)

BANDUNG, iNews.id - Anak-anak korban pandemi Covid-19 yang kehilangan orang tua diharapkan bisa mendapatkan penanganan psikologis terutama kecemasan. Penanganan seperti itu diharapkan untuk menghindari terjadinya perilaku abnormal di kemudian hari.

"Anak-anak korban Covid-19 seperti yang orang tuanya meninggal, harus ditangani. Apalagi jumlahnya cukup banyak. Ini harus menjadi perhatian serius," kata Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nandang Rusmana, Senin (22/11/2021).

Menurut dia, jika anak anak korban pandemi tidak ditangani, akan berdampak negatif terhadap masa depannya. Karena, pengalaman traumatik adalah cikal bakal perilaku abnomal di kemudian hari. Misalnya ke depan akan berperilaku menyimpang seperti melakukan tindakan kriminal, koruptif, dan lainnya. 

"Biasa, mereka yang kelak berperilaku tidak normal sebelumnya punya pengalaman buruk. Makanya ini harus ditangani. Misalnya guru BK di sekolah harus empati terhadap kondisi anak," kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, banyak yang menyebut Indonesia adalah laboratorium bencana. Mulai dari konflik, tsunami, bencana alam, dan sosial lainnya. Bagi warga, kondisi itu akan menimbulkan trauma. Namun yang perlu diwaspadai adalah kecemasan.

"Sakitnya sudah hilang, tapi kecemasan masih ada. Termasuk bencana covid. Banyak anak kehilangan orang tua. Kecemasan adalah bencana serius dan sangat berat, kalau tidak ditangani, bisa meledak," tutur dia.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: