Cegah Kerumunan, Posko Pengawasan Pasar Dioptimalkan Selama PPKM Level 4 di Cimahi

Adi Haryanto ยท Kamis, 29 Juli 2021 - 20:05:00 WIB
Cegah Kerumunan, Posko Pengawasan Pasar Dioptimalkan Selama PPKM Level 4 di Cimahi
Suasana Pasar Atas Baru Cimahi. (Foto: Adi Haryanto)

CIMAHI, iNews.id - Pemkot Cimahi akan mengoptimalkan posko pengawasan di sejumlah pasar. Hal ini untuk mencegah kerumuman pembeli yang bisa berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Pelaksana tugas (plt) Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pasar tradisional menjadi salah satu area publik yang menjadi perhatian. Pasalnya banyak terjadi interaksi dan keluar masuk waga dari berbagai tempat untuk melakulan aktivitas jual beli.

"Kalau posko PPKM khusus gak ada, tapi kami ada posko yang menjaga agar tidak terjadi kerumunan di pasar," kata Ngatiyana saat ditemui di Pasar Atas Baru, Cimahi, Kamis (29/7/2021).

Dia menyatakan, petugas di posko akan mengingatkan ketika timbul kerumunan. Bahkan mereka akan menutup sementara pasar jika sudah penuh atau kapasitasnya mencapai 50 persen. Setelah jumlah konsumen di dalam pasar berkurang, pengunjung lain diperkenankan masuk untuk berbelanja.

"Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) di PPKM Level 4 ini bahwa operasional pasar masih diperbolehkan 50%. Prinsipnya silahkan berusaha asalkan protokol kesehatan dijalankan," ujarnya. 

Selain mengoptimalkan posko di pasar, tutur Ngatiyana, Pemkot Cimahi juga menyiapkan posko di kelurahan dan kecamatan. Itu sebagai bentuk pengawasan terhadap pergerakan orang serta mengingatkan warga untuk tidak berkerumun, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan lainnya.

Bahkan untuk Pasar Atas Baru Cimahi berhasil dinobatkan mendapatkan penghargaan bintang lima dalam pengolaan pasar. Khususnya dalam kedisiplinan tentang pelaksanaan prokes, perubahan perilaku, masyarakat, pengelola, pengunjung hingga pedagang. 

"Dengan menerapkan prokes ketat dan kedisiplinan dalam pengawasan, Pasar Atas Baru masuk 10 besar di Indonesia dalam pengelolaan pasar yang taat prokes," tutur Ngatiyana.

Editor : Agus Warsudi