Cegah Kelangkaan, Kuota Pupuk Bersubsidi Ditambah Jadi 9,2 Juta Ton

Nilakusuma ยท Kamis, 25 Maret 2021 - 17:47:00 WIB
Cegah Kelangkaan, Kuota Pupuk Bersubsidi Ditambah Jadi 9,2 Juta Ton
Pupuk Indonesia menambah kuota pupuk subsidi untuk mencegah kelangkaan pupuk seperti tahun sebelumnya. (Foto: iNews.id/Nilakusuma)

KARAWANG, iNews.id - Pupuk Indonesia akan menambah kuota pupuk subsidi 2021 menjadi 9,2 juta ton dari tahun sebelumnya 8,9 juta ton. Penambahan ini dilakukan untuk menjamin tidak ada lagi kelangkaan pupuk subsidi. 

"Tahun ini kita tambah kuota pupuk subsidi agar ada kepastian tidak ada lagi kelangkaan pupuk subsidi. Kebutuhan pupuk subsidi setelah kita hitung memang lebih tinggi dari kuota sebelumnya, makanya dilakukan penambahan kuota untuk tahun ini," kata Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Cristijanto, saat menghadiri acara penanaman perdana Program Agrosolution Pupuk Indonesia bersama Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, Kamis (25/3/2021) di Karawang. 

Menurut Nugroho, kebutuhan pupuk subsidi yang dibutuhkan petani lebih tinggi dari kuota yang disediakan. Hanya saja Pupuk Indonesia menyesuaikan dengan kebijakan Menteri Pertanian (Kepmen). 

"Memang kita juga melihat apa yang dibutuhkan petani lebih tinggi dari itu (kuota)," katanya. 

Menurut Nugroho, selain mengandalkan pupuk subsidi. Pupuk Indonesia menjalankan program Agrosolution yang terbukti berhasil meningkatkan produktivitas panen rata-rata hingga mencapai 55 persen.  Petani mengaplikasikan Pupuk Nitrea, NPK 30.6.8, dan KCL.

"Pola ini sedang kami kembangkan dan melibatkan banyak pihak. Tahun ini kami menargetkan program Agrosolution di lahan pertanian total seluas 50.000 hektare,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, sudah keliling daerah untuk memantau hasil panen. Dukungan BUMN Pupuk termasuk Pupuk Kujang sangat mendukung keberhasilan panen di berbagai daerah. 

"Stok pupuk bagus karena produksi pupuk baik," kata Harvick. 

Menurut Harvick, serapan pupuk di berbagai daerah terindikasi surplus di mana-mana. Hasil panen juga bagus hingga ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah.   

Editor : Asep Supiandi