Capaian Vaksinasi Majalengka Baru 39 Persen, Bupati Karna Gusar
MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi gusar dengan minimnya angka capaian vaksinasi di wilayahnya. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka menunjukkan capaian vaksinasi secara keseluruhan baru di kisaran angka 39 persen.
Capaian tersebut hasil dari kerja yang selama ini dilakukan oleh 40 tim. Sejumlah strategi pun disiapkan untuk mendongkrak capaian vaksinasi.
"Target vaksinasi di Kabupaten Majalengka rendah, hanya 39 persen," kata Karna seusai memimpin evaluasi vaksinasi, Senin (26/10/2021).
Ditegaskannya, untuk mewujudkan percepatan vaksinasi, di lapangan akan ada penambahan tim. Tim tersebut akan dibentuk hingga tingkat desa.
"Kita ingin mencoba mempercepat vaksinasi. Pertama dengan mengubah, tim karena tim yang ada cuma 40 tim. kita akan ubah menjadi 343 tim ada di setiap desa," kata dia.
"Kita beri target. Setiap tim terdiri dari komponen dokter, bidan, perawat di puskesmas. Kemudian ada dari Penyuluh KB, ada juga dari desa, dari Kamtibmas itu tim vaksinator tuh," tutur Karna.
Selain itu, lanjut dia, akan ada juga tim penggerak yang bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tim penggerak juga akan memfasilitasi warga untuk melakukan vaksinasi.
"Kemudian yang kedua kita akan membuat tim penggerak yang menggerakkan masyarakat. Karena ternyata yang kesulitan yang dihadapi saat ini, tim vaksinator sudah siap, tapi rakyatnya banyak tidak hadir. Makanya kita akan buat tim gerak," ujar dia.
"Tim penggerak itu (terdiri dari) kepala desa, perangkat desa, RT, RW, PKK, MUI, guru di sana, karang taruna. Sehingga nanti input masa yang akan di vaksinasi tidak kekurangan. Selama ini kan tidak terbentuk penggerak. Nanti DKM, MUI, ngumumin dari masjid," kata dia.
Lebih jauh dijelaskan Bupati, saat ini persediaan vaksin di Majalengka cukup aman. Yang harus dilakukan saat ini, lanjut dia, keterlibatan masyarakat dalam program tersebut.
"Karena persoalan sekarang bukan masalah vaksin. Karena vaksin kita banyak. Untuk jenis jenis vaksin yang tergolong baru, nanti akan diumumin oleh MUI sama guru. Mereka yang akan memberikan penjelasan kepada masyarakat," ucap Karna.
Editor: Asep Supiandi