Cabuli Remaja Laki-laki, Pemuda Majalengka Ditangkap Polisi

Inin nastain · Senin, 21 Juni 2021 - 12:51:00 WIB
Cabuli Remaja Laki-laki, Pemuda Majalengka Ditangkap Polisi
Pelaku yang diketahui penyuka sesama jenis saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Majalengka. (Foto: MPI/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Seorang pemuda Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, yang diduga memiliki disorientasi seksual ditangkap polisi. Pelaku ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap seorang remaja laki-laki.

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pelaku itu memiliki kelainan seks. Korbannya yang masih duduk di bangku sekolah SLTA itu juga sama-sama berjenis kelamin laki-laki.

Kepada  petugas, pelaku mengaku melancarkan aksinya itu dengan cara membuat akun palsu di media sosial (medsos) Instagram. Di medsos, dia membuat akun palsu dengan identitas seorang perempuan.

Lewat akun palsu itu, dia sukses memperdaya seorang natizen, yang diketahui masih di bawah umur. "Awalnya, pelaku berkenalan di media sosial dengan salah satu akun di Instagram. Dia mengaku sebagai perempuan. Dari perkenalan itu sering terjadi komunikasi, sejak 28 april 2021, saling bertukar nomor, video call," kata Siswo saat ekspose kasus di Mapolres, Senin (21/6/2021).

Dalam perjalanannya, pelaku kerap mengirim foto-foto cabul perempuan. Sebagai imbalannya, dia juga meminta korban untuk mengirim foto serupa, alat kelaminnya. 

"Nah berkomunikasi, akun palsu yang mengaku perempuan tersbeut sering juga mengirim gambar kemaluan perempuan, dan meminta kepada korban untuk mengirim juga video korban ketika melalukan masturbasi," tutur dia.

Merasa korbannya sudah mulai masuk perangkap, pelaku kemudian melancarkan aksi lanjutan, yakni melakukan pencabulan secara langsung. Untuk memuluskan ajakannya, dia mengancam korban akan menyebarkan video mesumnya yang pernah dikirim kepada pelaku.

"Kalau korban tidak mau menuruti kemauan pelaku yang ternyata seorang laki-laki, maka video korban itu akan disebarluaskan oleh pelaku. Dengan terpaksa akirnya korban mengikuti kemauan pelaku. Pada tanggal 3 Mei 2021 si korban disuruh datang ke rumah pelaku," kata dia.

Saat berada di rumah itu lah, pelaku berhasil melancarkan rencananya untuk berbuat mesum dengan korban. "Korban dipaksa merekam dengan video ketika pelaku melakukan oral seks kepada korban. Tersangka memiliki kelainan. Lalu korban melaporkan kepada kami, dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku," ucap dia.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. 

Editor : Asep Supiandi