Bupati Bogor Berikan Trauma Healing ke Warga Korban Banjir Bandang di Sukajaya

Wildan Hidayat ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 17:00 WIB
Bupati Bogor Berikan Trauma Healing ke Warga Korban Banjir Bandang di Sukajaya
Bupati Bogor Ade Yasin menyambangi warga korban banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Bupati Bogor Ade Yasin kembali menyambangi daerah Sukajaya, lokasi terparah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi awal Januari 2020 lalu.

Bencana tersebut telah mengakibatkan ribuan warga mengungsi di beberapa tempat, seperti kantor desa, sekolahan, masjid dan rumah-rumah warga. Atas kejadian itu, banyak pihak yang terdorong turun tangan membantu para korban agar bangkit dari keterpurukan.

Ada dua posko pengungsian warga yang dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu, yakni Desa Urug dan Desa Kiara Pandak. Saat bertemu warga, Ade menanyakan kabar mereka dan melakukan aktivitas trauma healing ditemani Kang Komar Preman Pensiun (sinetron RCTI).

Upaya itu dilakukan untuk memastikan korban bencana tidak mengalami trauma psilologis akibat musibah yang dialaminya. “Saya minta kang komar ikut menghibur warga, Alhamdulillah juga kini jalur ke Urug dan Kiara Pandak sudah bisa dilalui, suplai logistik berjalan dan tadi warga terlihat senang,” kata Ade Yasin, Minggu (12/1/2020).

BACA JUGA:

MNC Peduli dan Lotte Mart Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sukajaya Bogor

Terkendala Medan Berat, 3 Korban Longsor di Sukajaya Bogor Belum Ditemukan

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengajak anak- anak yang menjadi korban sejenak melupakan trauma karena bencana banjir dan longsor telah membuat mereka tidak bisa sekolah, harus meninggalkan rumah dan tidak bisa bermain- main seperti yang mereka lakukan sehari- hari.

Dari anak-anak hingga orang tua yang ada di pengungsian diberikan kesempatan menyampaikan keluhannya. Selain itu, kami juga memberikan peralatan sekolah, seperti seragam dan buku.

“Ternyata responsnya sangat luar biasa, bahkan orang tua mereka pun juga ikut bergabung untuk mendapatkan trauma healing ini,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki