BP Jamsostek Minta Pemda di Jawa Barat Dukung Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Adi Haryanto ยท Rabu, 18 November 2020 - 09:43:00 WIB
BP Jamsostek Minta Pemda di Jawa Barat Dukung Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Kadisnaker Kota Cimahi dan Kepala BP Jamsostek Cimahi mengikuti sosialisasi nasional dan persiapan penilaian Paritrana Award 2020 di kantor BP Jamsostek, Cabang Cimahi. Foto/Dok.Humas BP Jamsostek

CIMAHI, iNews.id - BP Jamsostek meminta pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Jawa Barat mendukung implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Tujuannya untuk memberikan perlindungan, memenuhi hak, dan menjamin keamanan para pekerja.

Pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perusahaan besar, perusahaan, usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang mendukung penuh implementasi dan tertib administrasi jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah masing-masing.

"Penghargaan itu Paritrana Awards, diberikan kepada mereka yang mendukung penuh implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Tahun lalu Pemkot Cimahi dapat kategori pemerintah kota/kabupaten," kata Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Cimahi, Aang Supono, Selasa (17/11/2020).

Aang berharap pada Paritrana Awards 2020 Pemkot Cimahi sebagai wilayah kerja BP Jamsostek Cimahi kembali dapat mempertahankan gelar juara yang diraih kategori pemerintah kabupaten/kota pada tahun lalu. Indikatornya karena jaminan sosial ketenagakerjaan di Cimahi sudah berjalan baik karena mendapatkan support penuh dari pemerintah kota.

"Kami sampaikan apresiasi kepada Pemkot Cimahi dalam upaya membantu meningkatkan perluasan kepesertaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang sudah berjalan sangat baik," ujar dia.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis mengatakan, tema Paritrana Award 2020 adalah "Penguatan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Masa Pandemi Covid-19 melalu Paritrana Award". Jumlah partisipasi kandidat penerima dari tahun ke tahun terus meningkat, seperti tahun lalu ada 365 kandidat.

"Tahun ini kriteria penilaian ditambah indikator perlindungan relawan Covid-19 sebagai bagian perlindungan pekerja rentan. Tim penilainya dari perwakilan pemerintah, ahli jaminan sosial, ahli kebijakan publik, ahli pemberdayaan masyarakat, unsur pengusaha, serikat pekerja dan BP Jamsostek," kata Ilyas.

Editor : Agus Warsudi