Bocah 3 Tahun Punya 2 Kelamin, Orang Tua Bingung dengan Status Gender Anaknya

Mochamad Andi Ichsyan ยท Sabtu, 07 September 2019 - 10:37 WIB
Bocah 3 Tahun Punya 2 Kelamin, Orang Tua Bingung dengan Status Gender Anaknya
AQR, balita tiga tahun berkelamin ganda bermain mobil-mobilan di rumahnya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019). (Foto: iNews/Mochamad Andi Ichsyan)

CIANJUR, iNews.id – Seorang anak balita tiga tahun berinisial AQR di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), memiliki alat kelamin ganda sejak lahir. Kondisi itu membuat kedua orang tua bocah tersebut hingga kini merasa kebingungan dengan status gender sang anak.

Orang tua AQR, Iyan Kustian (46), dan Ida Rosidah (37), warga Kampung Mareleng, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jabar, mengatakan, anak ketiganya itu memiliki alat kelamin laki-laki dan juga alat kelamin perempuan. Namun, selama ini, mereka mendidik dan memperlakukan AQR sebagai anak laki-laki.

Iyan mengatakan, kondisi anaknya sudah mereka ketahui sejak istrinya diperiksa di puskemas. Saat usia kehamilan istrinya baru lima bulan, petugas medis yang melakukan pemeriksaan USG mengatakan jenis kelamin bayinya perempuan. Namun, saat usia kehamilan tujuh bulan, hasil USG menyebutkan bayi yang dikandung istrinya mengalami kelainan karena alat kelaminnya diperkirakan dua.

“Pas lahir, langsung dirujuk dari Puskesmas Cakung Jakarta ke Rumah Sakit Persahabatan. Katanya ambigu, belum bisa menentukan kelamin anak saya. Setelah 10 hari dirawat di Persahabatan, cenderung katanya laki-laki. Jadi saya langsung percaya anak saya laki-laki walaupun dalam hati saya karena melihat penis anak saya tidak kelihatan,” kata Iyan, Jumat (6/9/2019).

Iyan menangis saat menceritakan kondisi anaknya AQR. Dia ingin anaknya menjalani pemeriksaan kromosom untuk memastikan jenis kelaminnya, tapi biayanya tidak ada. (Foto: iNews/Mochamad Andi Ichsyan)

Iyan dan istrinya sudah beberapa kali membawa AQR ke rumah sakit. Namun, pihak dokter tidak bisa memberikan kejelasan tentang status kelamin yang dimiliki bocah tersebut.

Sampai AQR kini berusia tiga tahun, dirinya masih tidak bisa memastikan status gender anaknya, apakah laki-laki atau perempuan. Mereka belum memiliki biaya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi kromosom AQR.

“Sampai sekarang, kami belum mendapat kepastian kalau anak saya itu laki-laki atau perempuan karena belum keluar hasil kromosomnya. Dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin mengatakan, harus ada hitam di atas putih yang menerangkan kromosom anak saya identik dengan laki-laki atau perempuan,” katanya.


Meski jenis kelaminnya belum pasti, Iyan dan istrinya mendidik dan memperlakukan anaknya sejak kecil sebagai anak laki-laki. Rambut AQR dipotong pendek dan diberikan pakaian layaknya anak laki-laki. AQR juga hanya dibolehkan bermain dengan mainan yang biasanya digunakan anak laki-laki, seperti mobil-mobilan.

“Dari karakter, sampai sekarang saya arahkan untuk laki-laki. Kalau anak saya mau main permaianan perempuan seperti boneka, saya larang, takutnya nanti seperti perempuan,” kata Iyan.

Iyan mengaku ingin memeriksakan kromosom anaknya, sesuai rekomendasi dokter, agar bisa memastikan jenis kelamin AQR. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Mereka tidak memiliki biaya untuk pemeriksaan kromosom yang menelan biaya cukup besar. Sebagai penjual gorengan keliling, penghasilannya tidak menentu.

“Kami berharap anak kami seperti anak seusianya, bisa dipastikan jelas jenis kelaminnya. Jujur saja, kami kesulitan saat ini untuk memenuhi biaya pemeriksaan kromosom anak kami. Kami berharap bisa mendapat bantuan. Kami akan menerima hasilnya, kalaupun dia perempuan atau memang laki-laki,” kata Iyan.

Kondisi AQR yang memiliki dua jenis kelamin juga ternyata berpengaruh pada kondisi psikisnya. Menurut orang tua AQR, meskipun masih berusia tiga tahun, bocah itu sudah terlihat minder bermain dengan teman-teman sebayanya.

“Jika dia mau buang air kecil pun, dia harus berlari dulu ke rumah lantaran dia mengaku merasa malu kepada teman-temannya,” kata ibu AQR.


Editor : Maria Christina