Begini Jadinya Kalau Gampang Percaya ke Orang, Siswi Diperkosa 3 Lelaki

Inin nastain · Selasa, 13 April 2021 - 13:48:00 WIB
Begini Jadinya Kalau Gampang Percaya ke Orang, Siswi Diperkosa 3 Lelaki
Dua pelaku pencabulan berhasil diamankan petugas. Mereka sebelumnya terlibat kasus pemerkosaan terhadap seoranng siswi SMA. (Foto: MPI/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Akibat terlalu percaya terhadap orang yang baru dikenal, seorang siswi di Kabupaten Majalengka menjadi korban pemerkosaan. Bahkan, korban diperkosa oleh tiga pelaku di sebuah kontrakan kosong.  

Kasus pencabulan itu berawal saat korban merespons perkenalan dari seorang remaja berinisial IK (18) di media sosial sekitar November 2020 lalu. Dari perkenalan itu, komunikasi keduanya kemudian berlanjut melalui aplikasi WhatsApp.

Mendapat respons baik, pelaku berinisiatif mengajak jalan-jalan korban. Ketika itu, korban diajak ke sebuah kontrakan di  Kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Di lokasi ternyata sudah ada dua teman pelaku (MG dan RM), yang pada akhirnya ikut melakukan perbuatan asusila.

"Korban berkenalan dengan tersangka, dan ketemuan yang berakhir di rumah kos dan sudah ada dua tersangka lain. Kemudian korban diperkosa bergantian oleh ketiga tersangka. Kostan ini milik teman tersangka, yang saat kejadian, tidak ada di TKP. Para tersangka memang biasa nongkrong di sana," kata Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siwo DC Tarigan saat ekspose, Selasa (13/4/2021).

Dari tiga pelaku pencabulan itu, mereka diketahui masing-masing masih berusia 18 tahun, satu di antaranya tercatat sebagai pelajar. 

"Dua orang berhasil diamankan, satu orang (yang ngajak korban ke kosan) masih buron.  Dari dua orang yang ditangkap itu, satu orang sempat kabur ke Bandung, karena dia (MG) memang warga Bandung. Dua orang lainnya, termasuk yang buron warga Kabupaten Cirebon," kata dia.

"Penangkapan (pelaku yang warga Bandung) dilakukan pada 1 April 2021 di Antapani, Bandung," tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanhya, para pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau 82 UU RI Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara 5 sampai 15 tahun.

Editor : Asep Supiandi