Banyak Terjangkit Covid-19, Pemkot Depok Minta Tenaga Medis Gunakan APD Lengkap

Iyung Rizky · Jumat, 22 Mei 2020 - 16:00 WIB
Banyak Terjangkit Covid-19, Pemkot Depok Minta Tenaga Medis Gunakan APD Lengkap
Wali Kota Depok Mohammad Idris (Foto: iNews/Iyung)

DEPOK, iNews.id - Pemerintah Kota Depok meminta para tenaga medis yang masih bekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Hal itu untuk lebih melindungi diri dari terpapar virus corona, seperti yang menimpa 15 tenaga medis di poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota depok, Novarita menjelaskan, 15 tenaga medis dinyatakan positif Covid-19 dari hasil uji swab yang keluar Kamis (21/5/2020) kemarin. Ia meminta kepada semua tenaga medis untuk meningkatkan pencegahan dan lebih waspada dalam melayani warga yang datang berobat.

"Rumah Sakit memang lingkungan dengan risiko tinggi ya, jadi kalau terpapar ya risikonya begitu. Penggunaan disinfektan lebih intensif, lalu penggunaan APD-nya harus lebih disiplin saat memakai dan melepasnya. Intinya protokol kesehatannya harus ditingkatkan," katanya di Depok, Jumat (22/5/2020).

Para tenaga medis yang positif kini ditempatkan di ruang isolasi khusus, dan Dinas Kesehatan Depok tengah melakukan tracing (melacak) riwayat interaksinya termasuk keluarganya.

Sementara Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, para tenaga medis yang masih bekerja akan ditekankan memakai alat pelindung diri lengkap untuk menghindari terjadinya hal serupa.

"Kita akan terapkan APD lengkap, kemarin kan tidak lengkap," katanya.

Manajemen RSUD Kota Depok menutup layanan poliklinik mulai 22 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan, setelah 15 tenaga medisnya terjangkit Covid-19. Namun Pemkot Depok akan tetap membuka poli yang sangat dibutuhkan.

"Ada beberapa poli yang kita tutup. Tetapi ada poli yang signifikan kita buka, seperti pelayanan untuk ODHA (orang dengan HIV dan AIDS), lalu poli penyakit dalam yang memang rutin dibutuhkan seperti jantung dan lain-lain," kata Mohammad Idris.

Wali kota menambahkan, para tenaga medis yang positif sebelumnya bertugas melayani warga yang datang berobat seperti pengecekan tensi dan lainnya.

"Mereka semua perawat yang melayani pengunjung. Tidak ada dokter dari kasus yang ini," ujarnya.


Editor : Rangga Permana