Banjir Terjang Perumahan di Purwakarta saat Warga Tertidur Lelap

Asep Supiandi · Jumat, 26 Februari 2021 - 02:17:00 WIB
Banjir Terjang Perumahan di Purwakarta saat Warga Tertidur Lelap
Banjir tiba-tiba menerjang permukiman di Purwakarta saat warga sedang tertidur lelap. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi) 

PURWAKARTA, iNews.id- Banjir menerjang Perumahan Bukit Panorama Indah, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jumat (26/2/2021) dini hari. Banjir terjadi di saat warga sedang tertidur lelap karena tak menyangka akan turun hujan dengan deras.

Warga yang tadinya sudah tertidur pulas terpaksa harus bangun dan segera menutup lubang-lubang pintu agar air tidak masuk ke dalam rumah. Meskipun untuk halaman tak bisa dihindari, air tetap saja tidak bisa dibendung. 

Terpantau wilayah RT 3, 7, dan 8 RW 13 Kelurahan Ciseureuh yang paling terdampak banjir dadakan itu. Posisi ketiga wilayah RT tersebut berada paling dekat dengan kedua saluran utama yang airnya meluap. Sehingga menjadi wilayah pertama yang terendam banjir. 

Menurut warga, hujan yang mengguyur sejak pukul 00.30 WIB, turun cukup deras. Semua drainase dan dua saluran utama tidak lagi bisa menampung debit air yang cukup besar. Apalagi posisi perumahan yang berada di bawah mengakibatkan banjir semakin parah. Aliran air dari wilayah Jalan Veteran, Gang Beringin dan daerah Munjul Jaya semuanya mengalir ke perumahan tersebut. 

Sementara di wilayah hilir terdapat beberapa titik longsoran yang menutup saluran utama. Praktis air pun menjadi tertahan dan sulit untuk surut. 

"Saya mendadak terbangun begitu hujan sangat deras. Sebelumnya saya sudah menjebol tembok pagang agar air tidak masuk rumah," kata Agus Tanjung, warga RT 07 kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Banjir yang terjadi di perumahan selalu terjadi di saat hujan deras. Banjir rutin ini sudah bertahun-tahun terjadi tanpa ada solusi dari pemerintah daerah. Warga berharap, Pemkab Purwakarta segera memberi solusi atas banjir rutin itu. "Minimal adanya pengendalian air di wilayah hulu dan hilir," ujar Ande, warga lainnya.         

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: