Banjir Tanah Merah ke Permukiman, Warga Ciseureuh Purwakarta Protes Pembangunan Klaster

Asep Supiandi · Minggu, 24 Januari 2021 - 10:25:00 WIB
Banjir Tanah Merah ke Permukiman, Warga Ciseureuh Purwakarta Protes Pembangunan Klaster
Proses gali uruk oleh pengembang klaster di atas lahan yang berada di Kelurahan Munjuljaya, Purwakarta. Foto: iNews.id/Asep Supiandi

PURWAKARTA, iNews.id - Warga di Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memrotes pembangunan klaster yang tak jauh dari permukiman. Pasalnya, material gali uruk tergerus air hujan yang mengakibatkan banjir tanah merah di areal permukiman.

Awalnya warga tidak mengetahui penyebab banjir tanah merah saat turun hujan lebat. Sudah berkali-kali permukiman diterjang banjir, namun baru kali ini bercampur tanah merah. Lantai rumah dipenuhi tanah merah lantaran banjir sempat menggenang hampir setinggi lutut orang dewasa.

Merasa penasaran dengan kondisi seperti itu, beberapa orang menelusuri sumber banjir tanah merah itu. Ternyata di sebelah hulu permukiman sedang dilakukan proyek pembangunan kluster. Saluran pembuangan dari proses gali uruk semuanya mengarah ke permukiman di RT 08/13 Kelurahan Ciseureuh. 

"Kami baru tahu banjir tanah merah bersumber dari pembangunan klaster yang berada di kelurahan tetangga (Kelurahan Munjuljaya). Permukiman kami di bawah, jadi air dari hilir (lokasi klaster) semuanya tumpah ke wilayah kami," kata Ketua RT 08 Ande Subarli, Minggu (24/1/2021).

Warga lain menimpali, lahan yang digunakan klaster berlokasi di RW 7 yang sebelumnya merupakan hutan bambu. Warga di RW 13 Kelurahan Ciseureuh sangat berkepentingan dengan hutan bambu lantaran sebagai resapan air. Ketika hutan bambu dialihfungsikan menjadi perumahan, maka tidak ada lagi serapan air.   

"Wajar debit air ke permukiman kami cukup besar. Beban kami cukup berat karena selama ini banjir sudah menjadi langganan. Ditambah dengan adanya klaster itu ya semakin berat," kata Eman, warga lainnya.

Sebelumnya, warga sempat emosi begitu mengetahui banjir tanah merah bersumber dari pembangunan klaster. Puluhan warga sempat mendatangi lokasi proyek dan minta bertemu dengan developer.

Sayangnya yang ada di lokasi hanya pekerja dan pengembangnya sedang berada di Jakarta. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi proyek itu terdapat satu klaster lain yang sudah dibangun dan satu klaster juga dalam proses pembangunan

Warga akhirnya membuat surat pernyataan sikap yang akan dilayangkan ke Bupati Purwakarta. Salah satu poin dalam surat itu mendesak Bupati Purwakarta agar meninjau ulang perijinan ketiga klaster yang berada di wilayah RW 07 Kelurahan Munjuljaya. 

"Jika ada pelanggaran, kami ingin perijinan untuk klaster itu dicabut. Sudah terbayang permasalahan air akan selalu muncul dengan adanya klaster itu. Tidak hanya anjir tanah merah seperti sekarang," ujar warga.   

Editor : Asep Supiandi