Banjir Bandang di Kertasari Bandung Diduga akibat Alih Fungsi Lahan Perhutani

Ervan David ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:52 WIB
Banjir Bandang di Kertasari Bandung Diduga akibat Alih Fungsi Lahan Perhutani
Aparat Kecamatan Kertasari dibantu warga membersihkan Jalan Kampung Cirawa usai diterjang banjir bandang, Sabtu (7/12/2019). (Foto: iNews/Ervan David)

BANDUNG, iNews.id – Banjir bandang yang melanda Jalan Kampung Cirawa, Cibereum, Kertasari, Kabupaten Bandung pada Jumat (6/12/2019) diduga terjadi bukan karena bencana alam semata. Aparat pemerintahan setempat menduga alih fungsi hutan di kawasan tersebut memberi andil terjadinya banjir.

Hal itu diungkap oleh Camat Kertasari Dadang Hermawan saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/12/2019). Hari ini musyawarah pimpinan Kecamatan Kertasari dibantu sejumlah pelajar menggelar kerja bakti. Jalan tersebut saat ini masih ditutup dari kendaraan karena masih dipenuhi lumpur dan batu setelah diterjang banjir.

“Kalau kami lihat ini bukan sekadar bencana alam saja, tetapi juga ada alih fungsi lahan milik Perhutani di Bukit Pasir Munding menjadi lahan pertanian,” kata Dadang.

BACA JUGA: Banjir Bandang Landa Kertasari Bandung, 2 Motor Hanyut Terseret Arus

Dadang juga mengatakan seharusnya petani di wilayah tersebut menggunakan pola penanaman terasering sehingga tanah sanggup menahan air. Sementara menurutnya, saat ini petani lebih banyak menanam dengan pola tegak.

“Kalau di daerah sini seharusnya menggunakan pola terasering, tak bisa dengan pola tegak seperti itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dadang akan memanggil petani serta pemangku kepentingan setempat untuk melakukan konsolidasi dan sosialisasi. Agar masyarakat sekitar memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Dia menegaskan penegakan hukum akan dilakukan jika ada yang terbukti bersalah melakukan alih fungsi hutan yang bisa merugikan masyarakat banyak.

BACA JUGA: Musim Hujan, 17 Titik di Kota Bandung Rawan Banjir Cileuncang

“Kami akan undang para petani untuk memberikan sosialisasi. Kami juga akan berkonsolidasi dengan pemangku kepentingan setempat agar jangan ada alih fungsi hutan atau penanaman dengan pola yang bisa merugikan kita semua,” jelas Dadang.

Banjir bandang di kawasan Kertasari terjadi pada Jumat petang kemarin menyusul hujan dengan intensitas tinggi di hulu Sungai Citarum. Dua kendaraan roda dua dilaporkan terseret arus banjir bandang.


Editor : Rizal Bomantama