Antisipasi Megathrust, BMKG dan BPBD Bakal Uji Coba Sirine Tsunami di Sukabumi 

Dharmawan Hadi · Rabu, 25 Agustus 2021 - 21:47:00 WIB
Antisipasi Megathrust, BMKG dan BPBD Bakal Uji Coba Sirine Tsunami di Sukabumi 
Pesisir pantai selatan Jawa Barat di antaranya Palabuhanratu, Sukabumi memiliki risiko bencana tsunami. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi akan menguji coba sirene tsunami. Peralatan tersebut akan dipasang di kawasan Desa Citepus dan di Gedung Pusat Informasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kamis (26/8/2021). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani mengatakan, uji coba tersebut dilakukan bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap 26 Agustus.

“Kita ingin mengujicoba sekaligus memastikan alat tersebut terintegrasi dengan BPBD sebagai pusat pengendali. Ke depannya akan terus dilakukan uji coba secara berkala,” kata Anita kepada wartawan.

Dia juga meminta masyarakat agar tidak panik saat mendengar suara sirene tersebut. Selain itu masyarakat juga diminta tak termakan kabar dan isu hoaks soal tsunami dan gelombang tinggi air laut yang seringkali membuat gaduh.

“Intinya masyarakat jangan panik, ini hanya uji coba. Setiap tanggal 26 sirene ini akan dibunyikan sebagai tanda peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Ini juga sebagai tanda agar masyarakat tetap waspada,” ujar Anita. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan bahwa wilayah pesisir pantai selatan Jawa Barat di antaranya Palabuhanratu, Sukabumi memiliki risiko bencana tsunami. Hal itu karena wilayahnya yang berhadapan langsung dengan sumber gempa megathrust.

“Maka dari itu, diperlukan upaya mitigasi bencana tsunami di kawasan selatan Jawa Barat tersebut,” ujar Teguh Rahayu kepada wartawan.

Jumlah alat deteksi dini tsunami yang terpasang di wilayah Palabuhanratu total berjumlah tiga buah. Akan tetapi untuk pelaksanaan uji coba besok, penggunaannya sebanyak dua buah, karena satu buah yang terpasang di menara Balawista terbawa ombak pascaambruknya bangunan tersebut.

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: