Angin Puting Beliung Sapu 13 Rumah di Tasikmalaya, Warga Mengungsi

Asep Juhariyono ยท Sabtu, 21 Maret 2020 - 11:32 WIB
Angin Puting Beliung Sapu 13 Rumah di Tasikmalaya, Warga Mengungsi
Salah satu rumah warga yang rusak akibat tiupan angin puting beliung di Tasikmalaya, Jabar. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Belasan rumah warga di Kampung Mancagar, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) rusak diterjang angin puting beliung. Bencana yang terjadi pada Jumat (20/3/2020) sore ini memaksa warga mengungsi karena rumah mereka rusak parah.

Saat angin datang, warga berlarian keluar rumah lantaran takut rumah mereka roboh. Atap rumah warga beterbangan dan sebagian tembok ambruk.

Salah satu warga yang rumahnya rusak, Aah Sadiah mengatakan, angin datang saat hujan lebat terjadi. Lantaran takut menjadi korban, banyak warga lari keluar rumah dan menyelamatkan diri.

“Atap rumah saya rusak semua, saya keluar bawa anak. Harapannya saya dapat bantuan untuk memperbaiki atap rumah,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Sementara itu, menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Mangkubumi, Nandang Ali Nurjaman, pascakejadian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya untuk mendata rumah yang terdampak angin puting beliung. Dari data tersebut, sedikitnya13 rumah rusak di Kampung Mancagar.

Di lokasi berbeda, tepatnya di Kelurahan Cigantang Baru ada dua rumah yang dilaporkan rusak. Di daerah Sambongjaya juga dilaporkan, ada dua rumah rusak akibat angin puting beliung.

Karang Taruna dan BPBD mengungsikan warga yan rumahnya rusak ke lokasi yang lebih aman. Untuk sementara, lokasi pengungsian yang direkomendasikan yakni di gedung madrasah.

“Kami harap warga terdampak mendapat bantuan karena rumah mereka memang benar-benar tidak dapat dihuni lagi,” katanya.

Selain merusak belasan rumah, angin puting beliung juga merobohkan pohon berukuran besar di Jalan Sewaka, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas tertutup dan sejumlah pengemudi kendaraan berbalik arah.


Editor : Umaya Khusniah