Anggota Intelkam Polda Jabar Dianiaya saat Amankan Demo, Ini Kata Pemilik Rumah

Agus Warsudi, Sindonews ยท Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:49:00 WIB
Anggota Intelkam Polda Jabar Dianiaya saat Amankan Demo, Ini Kata Pemilik Rumah
Rumah di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan polisi anggota Polda Jabar pada Kamis (8/10/2020). (Foto ist).

BANDUNG, iNews.id - Anggota Ditintelkam Polda Jawa Barat dianiaya dan disekap massa demo Undang-Undang Omnibus Law di salah satu rumah di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung. Pemilik rumah Fadly angkat bicara terkait peristiwa tersebut.

Fadly mengatakan peristiwa bermula sejumlah relawan meminta izin menggunakan teras rumahnya. Tujuannya mereka memberikan bantuan medis bagi para demonstran yang menolak Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020).

"Karena alasan kemanusiaan dan ingin membantu, saya izinkan para relawan memakai teras rumah saya untuk perawatan medis bagi demonstran," kata Fadly kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Namun menjelang magrib, kata Fadly tiba-tiba mendengar suara pintu gerbang rumah dipukul. Kemudian dia memeriksa gerbang.

Ketika itu, Fadly melihat para relawan diminta berbaris oleh polisi berpakaian preman. "Saya tanya, ada apa nih persoalannya. Menurut keterangan polisi, katanya lagi ngejar mahasiswa yang sempat dirawat sama relawan di halaman," ujar dia.

Ketika polisi masuk, gerbang tiba-tiba dikunci. Lalu diduga terjadi aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap polisi tersebut.

"Nah terus polisi masuk ke rumah, terus sama relawan itu (pintu gerbang) dikunci," kata Fadly.

Setelah kejadian itu, Fadly mengaku dimintai keterangan oleh polisi dan sempat berbincang dengan sejumlah relawan. Seorang relawan disebutnya mengaku, mereka dikoordinir oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memberi perawatan medis kepada para pengunjuk rasa.

"Saya ngobrol, tanya dia (relawan) aktif di mana? Aktif di KAMI. Mereka itu sebenarnya lebih aktif di pengajian, cuma yang mengkoordinir orang-orang KAMI. Saya tahu pas sudah kejadian di Polda Jabar," kata dia.

Meski begitu, Fadly menegaskan, rumahnya bukan posko relawan dan tak pernah menjadi tempat kegiatan KAMI.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh orang penganiaya anggota Polri Brigadir Azis ditetapkan sebagai tersangka. Tiga pelaku ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan empat lainnya tidak ditahan karena masih di bawah umur, berstatus pelajar dan mahasiswa.

Editor : Faieq Hidayat

Bagikan Artikel: