Analisis Geologi Gempa Bumi Malang, PVMBG: Akibat Penunjaman Lempeng Indo-Australia
BANDUNG, iNews.id - Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, sumber gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi itu disebut juga sebagai gempa bumi intraslab.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andiani mengatakan, kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi berdasarkan tatanan tektoniknya, Pulau Jawa dipengaruhi oleh zona penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah selatan, yang juga memberikan kontribusi tektonik berupa keberadaan sesar-sesar aktif di daratan.
Pusat gempa bumi, kata Andiani, berada di Samudera Indonesia di selatan wilayah Jawa Timur. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu bagian selatan Jawa Timur yang tersusun atas batuan berumur Tersier terdiri dari batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan vulkanik, serta batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter.
"Getaran gempa bumi terasa lebih kuat pada batuan muda (Kuarter) yang bersifat urai dan tidak terkompaksi dan memperkuat efek guncangan gempa bumi," kata Andiani dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4/2021).
Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA), ujar Andiani, guncangan gempa bumi dirasakan di PPGA Ijen (Kecamaten Glagah, Banyuwangi) dengan intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity), di PPGA Semeru (Kecamatan Candipuro, Lumajang) sebesar III MMI.
Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Turen dengan intensitas V MMI, di Karangkates, Malang, dan Blitar sebesar IV MMI, di Kediri, Trenggalek, dan Jombang sebesar III-IV MMI, di Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, dan Denoasar dengan intensitas III MMI, serta di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara dengan intensitas II MMI.
"Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut," ujar Andiani.
Andiani menuturkan, berdasarkan berbagai sumber, guncangan ini mengakibatkan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Malang. Hingga tanggapan ini dibuat, tidak ada informasi korban jiwa akibat gempa bumi ini.
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi terjadi pada Sabtu 10 April 2021 sekitar pukul 14:00 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 112,48° BT dan 8,95° LS (90 km baratdaya Kabupaten Malang, Jawa Timur) pada kedalaman 25 km dengan magnitudo M6,1.
Editor: Agus Warsudi