Aksi Demo Anarkistis Mahasiswa di Cianjur, 3 Polisi Terbakar

Mochamad Andi Ichsyan ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 16:18 WIB
Aksi Demo Anarkistis Mahasiswa di Cianjur, 3 Polisi Terbakar
Aksi demo mahasiswa yang memblokade jalan dekat Pendopo Bupati Cianjur dengan membakar ban bekas. (Foto: iNews/Moch Andy Ichsyan)

CIANJUR, iNews.id – Unjuk rasa organisasi gabungan mahasiswa berlangsung anarkistis di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019) siang. Tiga polisi terbakar hidup-hidup saat melakukan pengamanan.

Pantauan iNews, kerusuhan dalam demo ini berawal saat mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat di Pendopo Bupati Cianjur. Para mahasiswa ini berupaya untuk blokade jalan dengan cara membakar ban bekas.

Petugas merespons dan dengan cepat mencoba mengambil ban bekas yang dibakar mahasiswa. Namun upaya polisi ini dihalangi-halangi mahasiswa.

Nahas, begitu polisi dekat dengan posisi ban yang terbakar ditengarai ada yang melemparkan bensin. Api pun berkorban begitu besar dan menyambar tiga anggota Sabhara Polres Cianjur.

Mereka tampak meronta dengan kobaran api melalap sekujur tubuh hingga terbaring tak bergerak. Anggota lain berupaya memadamkan api di tubuh para polisi yang jadi korban.

Identitas polisi yang terkena luka bakar serius yakni Bripda Aris Simbolon, Aiptu Erwin Yuda dan Bripda Yudi. Petugas langsung mengevakuasinya ke Rumah Sakit Umum Cianjur untuk mendapat tindakan medis.

Sementara di lokasi pascakerusuhan, polisi mulai bergerak reprensif dan membubarkan aksi demo mahasiswa tersebut. Sejumlah mahasiwa bahkan ada yang diamankan dan dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diminta keterangan.

Kordinator Aksi Abdul Basit mengatakan, pengunjuk rasa ini merupakan gabungan mahasiswa gabungan se-Cianjur. Mereka menyalurkan aspirasi dan mendesak Pemkab Cianjur untuk menjawab tujuh tuntutan rakyat.

“Kami ingin menyampaikan tujuh isu rakyat yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Pertama isu birokrasi reformasi, kemudian pendidikan, hak-hak guru di Cianjur. Kami mahasiswa di Cianjur malu dengan pemkab yang tidak prorakyat,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw