Agustus, Unpad Bandung Bakal Mulai Pembelajaran Hybrid 

Arif Budianto · Rabu, 02 Juni 2021 - 10:08:00 WIB
Agustus, Unpad Bandung Bakal Mulai Pembelajaran Hybrid 
Calon mahasiswa mengikuti UTBK Unpad di Kampus Unpad dan UIN SGD Bandung. (Foto istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mulai akan menerapkan pembelajaran secara hybrid pada Agustus mendatang. Saat ini, berbagai persiapan telah dilakukan agar pembelajaran tersebut bisa maksimal namun tidak menimbulkan klaster baru. 

Menurut Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti, nantinya Universitas Padjadjaran akan menerapkan sistem pembelajaran berbasis hybrid. Semua kegiatan universitas, mulai dari pendidikan, riset, pengabdian, layanan, dan inovasi lain dilakukan secara hybrid, atau kombinasi fisik dengan teknologi.

Walau rencananya dibuka secara terbatas pada semester ganjil 2021/2022 mendatang, Unpad tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Rektor menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang ditetapkan untuk membuka kegiatan pembelajaran tatap muka.

Kesediaan dosen pengampu, urgensi mata kuliah yang memerlukan kegiatan tatap muka, hingga kesediaan mahasiswa, kondisi kesehatan mahasiswa, dan izin orang tua menjadi beberapa kriteria yang ditetapkan sebelum menggelar pembelajaran tatap muka.

“Untuk mahasiswa dari luar kota dibolehkan selama kompetensi mata kuliahnya tidak bisa ditinggalkan, kemudian sehat dan ada izin orang tua,” kata Rektor dalam siaran persnya, Rabu (2/6/2021).

Untuk mendukung pembelajaran hybrid, sejumlah persiapan tengah dilakukan. Hal pertama yang dilakukan adalah memperbarui kurikulum pada tiap program studi. Seluruh prodi di Unpad sudah melakukan pembaruan kurikulum yang sudah berbasis outcome. Selain itu, kurikulum juga sudah mengakomodasi kebijakan Kampus Merdeka.

Persiapan selanjutnya mengecek infrastruktur. Infrastruktur ini akan mendukung proses pembelajaran hybrid optimal dilakukan. Selain infrastruktur pembelajaran, Unpad juga sudah menyiapkan fasilitas yang mendukung penerapan protokol kesehatan, di antaranya penyediaan sarana cuci tangan hingga rambu-rambu protokol kesehatan.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2