8 Orang Pemabuk Keroyok Polisi di Bandung saat Pesta Miras

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 15:32 WIB
8 Orang Pemabuk Keroyok Polisi di Bandung saat Pesta Miras
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan. (Foto Antara).

BANDUNG, iNews.id - Polresta Bandung menangkap 8 orang pemabuk yang mengeroyok anggota Bhabinkamtibmas Brigpol Iwan Handayana di Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ketika itu para pelaku sedang pesta minuman keras atau miras.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan para pelaku melakukan perlawanan saat Iwan berusaha menertibkan dan membubarkan mereka. Dari delapan orang yang diamankan, tiga orang kini dinyatakan sebagai tersangka.

"Dari lokasi kurang lebih kita mengamankan delapan orang. Ada tiga orang yang berstatus sebagai tersangka, dua orang dewasa dan satu masih dibawah umur," kata Hendra di Polresta Bandung, Senin (27/7/2020).

Pengeroyokan terjadi pada Sabtu (25/7/2020) itu, Hendra mengatakan korban mengalami luka di pelipis sebelah kanannya. Selain Iwan, kata Hendra, aparatur desa setempat juga turut menjadi korban karena menemani saat menertibkan para pemabuk itu.

Menurutnya Hendra, pengeroyokan itu memang murni karena pengaruh minuman beralkohol. Setelah kejadian itu, dia memerintahkan anggotanya untuk merazia tempat penjualan minuman beralkohol di Baleendah.

"Kita ingin tunjukan bahwa minuman keras apapun bentuknya itu ternyata mempengaruhi perilaku seseorang. Para pelaku mengeroyok petugas karena pengaruh dari minuman keras. Karena itu setelah itu kita razia tempat minuman kerasnya. Ini jenis tuak," katanya.

Saat dikeroyok, menurut Hendra, Iwan juga melakukan perlawanan kepada para pemabuk itu. Sebagai aparat kepolisian, menurutnya perilaku premanisme apapun harus ditindak.

"Petugas itu kita berikan penghargaan karena pada saat malam masih tetap melakukan tugasnya, kemudian merespon dengan cepat," katanya.

Sementara itu, Brigpol Iwan sendiri mengaku kepalanya sempat dipukul menggunakan batu. Saat dikeroyok, menurutnya para pelaku juga mengatakan kata-kata kasar.

"Pak Anan (aparatur desa) juga dipukul, karena dia menunggu di ujung. Saya berkelahi, karena terlalu banyak, saya mundur, setelah mundur, saya juga saya dikejar gitu," kata Iwan.

Atas kejadian itu, polisi menjerat tiga tersangka Pasal 170 KUHP dan Pasal 212 KUHP tentang kekerasan terhadap petugas yang sedang bertugas, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.


Editor : Faieq Hidayat