get app
inews
Aa Text
Read Next : 5 Curug Paling Eksotis yang Tersembunyi di Geopark Ciletuh, Indah Mirip Lukisan

66 Pelaku UMKM di Kawasan Geopark Ciletuh Ikut Diklat Pemanfaatan Bambu

Minggu, 14 November 2021 - 10:37:00 WIB
66 Pelaku UMKM di Kawasan Geopark Ciletuh Ikut Diklat Pemanfaatan Bambu
Penutupan diklat UMKM yang digelar Dekranas dan PPSDM Geominerba di Gedung Widaria Kencana, Sukabumi Sabtu (13/11/2021),

SUKABUMI, iNews.id - Sebanyak 66 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) pemanfaatan bambu. Diklat yang digelar oleh Dekranasda dan PPSDM Geominerba itu berlangsung selama lima hari, 9-13 November 2021.

Peserta Diklat pengembangan UMKM di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Ciletuh dengan tema “Dekranas Goes to Geopark” itu merupakan anggota Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi (DBS) maupun non-anggota DBS dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan 7 Kecamatan dari Kota Sukabumi

Diklat yang terselenggara berkat sinergi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Geologi Mineral dan Batubara (Geominerba) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan cara mengolah material bambu menjadi produk suvenir untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal dan membangun jiwa kewirausahaan.

Material bambu tersebut diolah menjadi beberapa produk suvenir. Seperti, unique bag/hand bag, bamboo basket dan rak (tempat accessories dan make up), perlengkapan hotel, tas caving, dan lain-lain. 

Para peserta diajarkan beberapa desain baru dalam mengolah material bambu yang dikombinasikan dengan material lain, seperti kain suede, rotan, dan lain-lain. Pada hari terakhir, Sabtu 13 November 2021, peserta diajarkan juga packaging produk dan pemotretan. Di akhir acara, para peserta memamerkan hasil karyanya di depan para narasumber dan tamu undangan lainnya pada stan bazar.

Kepala PPSDM Geominerba Bambang Utoro mengatakan, dengan mengikuti Diklat Pengembangan UMKM di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi ini, para pelaku UMKM industri kreatif diharapkan dapat meningkatkan variasi produk. Tidak terbatas pada bambu, tetapi dapat dikombinasikan dengan material atau bahan lain. 

"Semoga dengan diklat ini, produk-produk dari teman-teman pengajin semakin bervariatif, berkualitas, kapasitasnya produksinya meningkat serta jangkauan pemasarannya semakin luas, baik dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, baik dipasarkan secara langsung (offline) maupun melalui laman daring sosial media," kata Kepala PPSDM Geominerba. 

Ketua Bidang Wira Usaha Baru Dekranas Endang Budi Karya Sumadi mengatakan, Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan UGGp Ciletuh dengan Tema “Pengembangan Kerajinan Berbahan Baku Bambu” adalah salah satu upaya Dekranas bersama-sama Kementerian ESDM dan PPSDM Geominerba untuk mendorong munculnya para pelaku usaha kecil dan menengah dengan memanfaatkan potensi bambu. 

"Saya berharap melalui diklat yang telah diikuti ini dapat meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar, sehingga produk kerajinan kita dapat bersaing di pasar global, serta mengajak seluruh peserta untuk mendukung program pemerintah dengan menggalakkan kampanye "Bangga buatan Indonesia"," kata Endang.

Penutupan diklat yang berlangsung di Gedung Widaria Kencana, Sukabumi Sabtu (13/11), disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube PPSDM Geominerba. 

Kepala PPSDM Geominerba Bambang Utoro dan Ketua Bidang Wira Usaha Baru Dekranas Endang Budi Karya Sumadi menutup diklat dengan membunyikan angklung, bersama dengan Penasihat Dharma Wanita Persatuan KESDM Ratna Arifin Tasrif.

Hadir pula perwakilan Pengelola UGGp Ciletuh Ahmad Riadi, narasumber diklat Wignyo Rahadi, Ketua Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi Agus Ramdhan.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut