5 Fakta Abah Juhani, Calhaj asal Majalengka Viral Minta Turun dari Pesawat
MAJALENGKA, iNews.id - Abah Juhani, calon jemaah haji (calhaj) asal Majalengka yang viral karena minta turun dari pesawat untuk beri makan ayam viral di media sosial (medsos). Pria lanjut usia itu punya kebiayaan unik.
Berdasarkan penuturan putri kandungnya, berikut 5 fakta Abah Juhani yang berusia 95 tahun itu:
1. Tidak Punya Peternakan Ayam
Abah Juhani sebenarnya tidak memiliki ternak di kampung halamannya. Namun, dulu, si Abah memang pernah memiliki ternak ayam dan kambing, juga sawah.
“Mungkin ingat masa muda dulu karena banyak ayamnya. Terus memelihara kambing cukup banyak. Upami lebaran, piwarang newak masing-masing ku bapa teh (kalau pas lebaran, masing-masing anak disuruh nangkap ayam),” kata Siti Nuriah (67), anak pertama Abah Juhani kepada wartawan, Minggu (4/6/2023).
2. Berhenti Beternak Sejak Istri Meninggal
Abah Juhani, warga Blok Batujaya, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, berhenti memelihara ternak aya dan kambing dan ke sawah, mulai berhenti setelah istri tercintanya Sariah meninggal dunia, sekitar 17 tahun lalu.
Kini, aktivitas Abah hanya diam di rumah dan pergi ke Masjid untuk melaksanakan salat berjamaah lima waktu.
3. Daftar Haji 13 Tahun Lalu
Terkait keberangkatan Abah Juhani ke Tanah Suci Makkah, Nuriah mengatakan, dimulai sejak sekitar 13 tahun lalu. Saat itu, Abah mengutarakan keinginan untuk berangkat haji kepada anak-anaknya.
Demi terwujudnya keinginan itu, Abah rela menjual sawah miliknya. "Kami semua menyetujui menjual sawah karena semua anak sudah mendapatkan bagian masing-masing. Rumah juga, semua anaknya sudah dibuatkan,” kata Nuriah.
Setelah dipastikan jadi salah satu Calhaj tahun ini, Nuriah bersama dua adiknya sepakat patungan untuk bekal Abah selama di Tanah Suci Makkah. Anak-anak abah patungan sebesar Rp5 juta untuk keperluan ayah tercinta.
4. Tidak Tahu Nilai Uang
Namun, karena Abah Juhani sudah sepuh, uang bekal dari anak-anaknya itu dititipkan kepada ketua regu.
Abah Juhani, selain sering lupa ketika menyimpan barang, termasuk uang, dia juga sudah tidak mengenal nilai uang.
"Itu untuk sewa kursi roda saat menunaikan rukun haji. Karena tidak mampu berjalan cepat seperti jemaah lain," kata Nuriah.
Selain uang, anak-anak Abah juga membekali berbagai jenis makanan. Hal itu lantaran si Abah sudah tidak mampu memakan makanan yang keras.
“Karena tidak bisa makan makanan yang keras, saya bekali abon, uyah suuk (semacam oreg kering yang terbuat dari kacang tanah dan garam), dan kecap. Camilannya dibekali biskuit,” ujar dia.
5. Jarang Sakit
Kendati usia sudah renta, tetapi Abah Juhani bisa dikatakan sangat jarang sakit. Itu pula yang diharapkan Nuriah dan adik-adiknya selama sang ayah menjalankan rukun Islam kelima itu. "Ayah itu sosok yang cukup sabar," kata Nuriah.
Patungan uang tunai dan bekal camilan, bukan dua hal bentuk kecintaan Nuriah kepada sang ayah. Saat ini, sejak Abah berangkat, anak-anaknya rutin mengadakan pengajian Yasin di rumah, dengan mengundang tetangga sekitar.
Dengan pengajian itu, berharap sang ayah diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji yang sangat diidam-idamkannya sejak lama itu.
Editor: Agus Warsudi