4.000 Warga Gelarpawitan Cianjur Terisolasi akibat Bencana, Stok Pangan Menipis
CIANJUR, iNews.id - Sedikitnya 4.000 warga Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, terisolasi. Pasalnya, jembatan penghubung dengan ibu kota kecamatan terputus akibat diterjang banjir dan longsor.
Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Kuswanto mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayahnya membuat ribuan warga setempat terisolasi.
Akses jalan menuju desanya, kata Heri, terputus setelah jembatan penghubung antardesa menuju ibu kota kecamatan hanyut diterjang banjir akibat meluapnya air sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah itu.
"Ada sekitar 4.700 jiwa atau warga yang saat ini terisolasi. Seluruh aktivitas keseharian sosial, pendidikan dan ekonomi warga lumpuh," kata Heri, kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Saat ini, kata Heri, ribuan warga bertahan dengan memanfaatkan ketersediaan bahan pangan yang ada.
"Ketersediaan pangan mulai menepis, jika harus memaksakan untuk menyeberangi sungai kondisinya tidak memungkinkan karena debit air masih cukup besar sehingga berbahaya jika dilintasi," katanya.
Disebutkan Heri, dari delapan RW yang ada di desanya, sebanyak lima RW terdampak bencana banjir dan longsor.
"Lima ke RW an yang terdampak di antaranya RW 2, 3, 4, 5, dan 6. Sebanyak 14 rumah warga rusak dan penghuninya sementara diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Belasan hektar sawah siap panen rusak diterjang banjir, selain itu fasilitas umum, seperti jembatan, masjid dan sekolah juga terdampak," katanya.
Heri meminta segera adanya bantuan sandang dan pangan bagi ribuan warga yang terdampak, karena terdapat puluhan anak usia batita dan balita.
"Yang dibutuhkan warga saat ini pakaian layak, makanan siap saji, dan obat-obatan. Terutama kebutuhan bagi anak-anak, karena cukup banyak yang masih usia batita dan balita," kata dia.
Kapolsek Cidaun AKP Munawir mengatakan jajarannya telah berkoordinasi dengan unsur TNI dan pemerintahan kecamatan dalam upaya penanganan, terutama dalam pendistribusian bahan pangan.
"Kita keterbatasan alat, karena dibutuhkan alat berat untuk mengevakuasi material longsoran dan banjir. Secara bertahap juga kita distribusikan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terisolasi," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi