40 Kasus Covid-19 per Hari, Kota Cimahi Khawatir Masuk Zona Merah Lagi

Adi Haryanto · Sabtu, 12 Juni 2021 - 21:12:00 WIB
40 Kasus Covid-19 per Hari, Kota Cimahi Khawatir Masuk Zona Merah Lagi
VIrus Corona. (Foto: Ilustrasi/Istimewa) 

CIMAHI, iNews.id - Pascalibur dan mudik Lebaran 2021, kasus Covid-19 di Kota Cimahi mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 30-40 kasus pasitif Covid-19 ditemukan setiap hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi drg Pratiwi mengatakan, berdasarkan identifikasi Satgas Penanganan Covid-19 pusat, Kota Cimahi masuk 9 kabupaten/kota dengan lonjakan kasusnya tinggi. Dengan lonjakan kasus ini, Kota Cimahi khawatir kembali masuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Bahkan, kata drg Pratiwi, perkembangan kasus penularan Covid-19 di Kota Cimahi akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. "Ada kenaikan yang lumayan tinggi, sehari ada penambahan 30-40 kasus," drg Pratiwi, Sabtu (12/6/2021).

Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 pusat, kasus di Kota Cimahi naik hingga 250 persen dalam tiga pekan terakhir setelah libur Idul Fitri. Sementara bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 76 persen lebih.

Sementara berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi, per hari ini, Covid-19 telah menjangkiti 6.350 orang. Sebanyak 516 di antaranya masih terkonfirmasi aktif terpapar virus Corona.

Kemudian sebanyak 142 orang meninggal dunia akibat terpapar, dan angka kesembuhan mencapai 5.689 orang. Untuk keterisian rumah sakit yang tersebar di enam rumah sakit, persentasinya sudah mencapai 76,47 persen.

"Evaluasi terakhir, Cimahi masih zona orange, tapi kalau angkanya terus meningkat seperti sekarang tidak menutup kemungkinan ke zona merah," ujar Kadinkes Cimahi.

Dinkes Kota Cimahi, tutur drg Pratiwi, sudah mengintuksikan ke seluruh rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur khsusus pasien Covid-19. Itu sebagai antisipasi banyaknya pasien rujukan yang harus isolasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

"Yang dirujuk ke sini (Cimahi) kan bukan hanya warga lokal, tapi ada dari daerah kabupaten/kota tetangga," tutur drg Pratiwi.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: