3 Jalur Alternatif ke Masjid Al Jabbar Bandung yang Bikin Perjalanan Lebih Cepat dan Bebas Macet!
BANDUNG, iNews.id - Tiga jalur alternatif ke Masjid Al Jabbar Bandung kini banyak dicari oleh masyarakat, terutama wisatawan dan jamaah luar kota yang ingin beribadah atau berwisata religi di salah satu masjid termegah di Jawa Barat ini. Masjid yang dikenal dengan sebutan “Masjid Terapung Bandung” tersebut memang menjadi magnet baru bagi pengunjung sejak diresmikan.
Setiap akhir pekan, ribuan kendaraan memadati kawasan Gedebage hingga membuat lalu lintas di sekitar masjid padat dan terkadang macet total.
Masjid Al Jabbar berlokasi di Jalan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Didesain dengan arsitektur futuristik dan danau buatan di sekelilingnya, masjid ini menjadi simbol keagungan sekaligus destinasi wisata baru.
Namun, akses menuju lokasi sering menjadi tantangan, apalagi saat jam sibuk atau hari libur. Karena itulah, mengetahui 3 jalur alternatif ke Masjid Al Jabbar Bandung sangat penting agar perjalanan tetap lancar dan nyaman.
Rute pertama ini merupakan jalur yang paling populer dan relatif mudah diakses dari pusat Kota Bandung. Setelah keluar dari Gerbang Tol Buah Batu, pengendara dapat melanjutkan perjalanan ke arah timur melalui Jalan Soekarno Hatta, kemudian berbelok menuju Jalan Gedebage Selatan yang mengarah langsung ke kawasan Masjid Al Jabbar.
Meski menjadi jalur utama, pengendara bisa mencari jalan tikus di sekitar Batununggal dan Cipamokolan untuk menghindari kemacetan di persimpangan besar. Waktu tempuh dari Tol Buah Batu ke Masjid Al Jabbar berkisar antara 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Jalur ini cocok untuk wisatawan dari arah Jakarta atau Cimahi yang masuk melalui Tol Purbaleunyi.
Selain itu, di sepanjang jalur ini banyak tersedia fasilitas seperti minimarket, tempat makan, dan SPBU. Keuntungan lain adalah kondisi jalan yang lebar dan sudah dilengkapi lampu penerangan memadai, sehingga tetap nyaman untuk dilalui malam hari.
Rute kedua cocok bagi pengendara dari arah timur Bandung, seperti Sumedang atau Garut. Setelah keluar dari Gerbang Tol Cileunyi, arahkan kendaraan menuju Jalan AH Nasution – Ujungberung – Rancasari – Gedebage. Jalur ini relatif lebih sepi dibandingkan rute Buah Batu, karena banyak dilalui oleh warga lokal dan bukan jalur utama wisatawan.
Keunggulan jalur ini adalah pemandangan perbukitan yang indah di sekitar Ujungberung dan akses yang lebih segar secara visual. Meskipun beberapa ruas jalan agak sempit, kondisi aspalnya cukup baik. Waktu tempuh rata-rata sekitar 35–50 menit tergantung arus kendaraan.
Jika ingin beristirahat sejenak, ada banyak kafe dan rumah makan kecil di sepanjang Jalan AH Nasution. Menariknya, banyak pengunjung memilih rute ini karena jalurnya langsung terhubung ke area parkir timur Masjid Al Jabbar yang sering kali lebih lengang dibandingkan sisi barat.
Rute ketiga ini merupakan opsi bagi pengendara dari arah utara atau pusat Kota Bandung seperti Lembang, Dago, atau Setiabudi. Dari Gerbang Tol Pasteur, arahkan kendaraan ke Jalan Dr. Djunjunan, lalu belok ke arah Jalan Soekarno Hatta menuju Gedebage Barat. Jalur ini cukup panjang, tetapi memiliki keunggulan berupa akses jalan besar dan banyak pilihan tempat singgah.
Perjalanan bisa memakan waktu 45–60 menit, namun dengan kondisi jalan yang lebar dan mulus, banyak pengendara memilih rute ini agar lebih nyaman. Di sepanjang perjalanan, kamu juga bisa menikmati ikon kota seperti Flyover Pasupati dan kawasan perbelanjaan di sekitar Jalan Soekarno Hatta.
Bagi pengendara yang menggunakan kendaraan listrik, jalur ini juga ideal karena terdapat beberapa titik charging station di area BTC Fashion Mall dan Transmart Buah Batu. Selain itu, rute ini terhubung langsung dengan exit tol Gedebage Barat yang kini menjadi pintu favorit menuju kawasan Masjid Al Jabbar.
Editor: Komaruddin Bagja