25 Penerima Manfaat PKH di Cianjur Mengundurkan Diri

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 17:20 WIB
25 Penerima Manfaat PKH di Cianjur Mengundurkan Diri
Ani (40) seorang dari 25 orang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) warga Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, sukses memanfaatkan dana bantuan untuk membuka usaha. (Foto Antara).

CIANJUR, iNews.id - Sebanyak 25 orang keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, mengundurkan diri. Sebab mereka sudah memiliki usaha dan mampu membuka lapangan kerja untuk warga sekitar.

Pendamping PKH Kecamatan Naringgul, Supriatna mengatakan pencairan tahap 3 dan 4 itu akan dialihkan bagi warga lain yang belum mendapatkan manfaat dari bantuan pemerintah pusat.

"Mereka yang mundur sebagai penerima karena sudah mandiri dan memiliki usaha serta penghasilan tetap. Bahkan beberapa orang diantaranya sudah mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar tempat tinggalnya," kata Supriatna, Selasa (21/7/2020).

Dia menjelaskan selama ini, pendamping di masing-masing kecamatan memberikan pembinaan bagi KPM agar dapat memanfaatkan bantuan yang diterima untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan warga sekitar. Bahkan sebagian besar KPM mengikuti program pembinaan usaha dan peningkatan pendidikan.

SKPM pencairan tahap 3 dan 4 yang sudah mengundurkan diri dan memberikan jatahnya untuk warga lain dinilai tepat.

"Harapan kami kedepan KPM yang mengundurkan diri lebih sukses mengembangkan usahanya dan yang baru menerima dapat meneruskan jejak kesuksesan pendahulunya. Target kami setiap tahun ada KPM yang mengundurkan diri karena dapat mengelola keuangan yang diberikan pemerintah, untuk meningkatkan taraf hidup ke arah lebih baik dan maju," katanya.

Sementara itu, seorang KPMyang mengundurkan diri dari 25 orang warga Kecamatan Naringgul, Ani mengatakan mundur dari penerima manfaat karena sudah berhasil mengangkat taraf ekonomi keluarga. Bahkan sudah dapat menyediakan lapangan pekerjaan dari usaha pisang sale dan keripik pisang bagi warga sekitar.

Ani yang menjadi KPM PKH sejak 2 tahun yang lalu, kerap mengikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2P2K) yang dilakukan pendamping di wilayah tersebut. Dana yang didapat dari pemerintah pusat tersebut dipakai untuk membuat olahan pisang seperti sale dan keripik, hingga usaha tersebut menampung 7 orang pekerja setiap harinya.

Merasa sudah mandiri dan mampu menghasilkan uang, dia memilih untuk mengundurkan diri sebagai penerima manfaat dan memberikan jatahnya untuk warga lain yang membutuhkan. Dia juga berharap mereka dapat mengikuti jejak kesuksesannya.

"Setiap bulan saya mendapat keuntungan bersih Rp2 juta, setelah dipotong gaji dan operasional. Saya sangat terbantu dengan bantuan dan pendidikan yang diberikan pemerintah melalui pendamping, sehingga saya memiliki usaha dan mandiri. Setiap hari hasil produksi olahan pisang kami kirim hingga ke Kabupaten Bandung," katanya.


Editor : Faieq Hidayat