Tim DVI menjelaskan, proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat jika kondisi jenazah dalam keadaan utuh serta memiliki data identitas pendukung. Namun, untuk korban berupa potongan tubuh tertentu, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mencocokkan data ante mortem.
Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi akibat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada besok hari.
Kabid Humas Polda Jabar juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, rekan media, serta keluarga korban yang menunggu kabar diberi kekuatan dan keselamatan selama proses identifikasi korban longsor Cisarua berlangsung.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait